Selasa, 13 Oktober 2026

SIKORSKY S-70M BLACK HAWK

 Rencana pengadaan 24 unit helikopter Sikorsky S-70M Black Hawk oleh TNI Angkatan Darat (TNI AD) masih berada dalam tahap diskusi dan kajian mendalam. [1, 2]

Poin Penting Rencana Pengadaan
  • Jumlah dan Tipe: Indonesia berencana mendatangkan 24 unit helikopter Sikorsky S-70M Black Hawk (varian GFA). [1, 2]
  • Dasar Perjanjian: Surat perjanjian pendahuluan (Head of Agreement / HoA) telah ditandatangani oleh Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Gita Amperiawan bersama pihak Sikorsky Lockheed Martin di Washington DC pada 23 Agustus 2023. [1]
  • Status Terkini:
    • Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan bahwa pembelian alutsista bernilai besar ini memerlukan proses panjang, kajian investasi, serta kesiapan infrastruktur pendukung yang belum sepenuhnya final.
    • Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan bahwa pihak Kemhan serta Mabes TNI masih akan berkoordinasi dan mematuhi regulasi serta keputusan resmi pemerintah.
    • Sempat beredar kabar dari Puspenad mengenai persiapan penyambutan di Lanud Utama TNI AD (Lanudmad) Ahmad Yani, Semarang. [1, 2, 3, 4, 5]
Rencana Indonesia Beli Black Hawk, Berikut Spesifikasi Helikopter Multimisi ini
Indonesia sebelumnya telah menandatangani perjanjian kerja sama perihal pengadaan helikopter Sikorsky S-70M Black Hawk.
MENTERI Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengaku belum mengetahui rencana pembelian alat utama sistem pertahanan helikopter Black Hawk dari Amerika Serikat. Namun, dia menyatakan kementeriannya bakal mematuhi regulasi yang ada soal rencana pembelian helikopter jenis Sikorsky S-70M ini.
Kementerian Pertahanan juga akan mematuhi keputusan presiden serta hasil evaluasi yang dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia perihal pengadaan helikopter Black Hawk. Sedangkan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto  menyatakan akan mengikuti kebijakan yang diterapkan pemerintah. "Yang penting kami menerima, kami hanya pengguna," kata Agus pada Rabu, 22 Oktober 2025.
Sumber:





MODEL KIT 



















LEONARDO NH90 NFH HELICOPTER

 

Pembelian helikopter militer NH90 di Italia terbagi menjadi dua aspek utama: pemenuhan armada domestik Angkatan Laut Italia yang telah rampung sepenuhnya, serta penjualan unit bekas (ex-Norwegia) yang saat ini sedang ditawarkan oleh konsorsium produsen (di mana perusahaan Italia, Leonardo, memegang andil besar) kepada calon pembeli internasional, termasuk delegasi TNI AL Indonesia. [1, 2, 3]
Berikut adalah rincian detail mengenai status pengadaan dan perkembangan program helikopter NH90 terkait Italia:
1. Status Armada Domestik Angkatan Laut Italia (Marina Militare)
Angkatan Laut Italia telah menyelesaikan seluruh kontrak pemesanan unit helikopter NH90 mereka:
  • Total Unit: 56 unit helikopter militer. [1, 2]
  • Rincian Varian: 46 unit varian SH-90A (kode Italia untuk NATO Frigate Helicopter / NFH) yang difungsikan untuk peperangan anti-kapal selam (ASW) dan anti-kapal permukaan (ASuW), serta 10 unit varian MH-90A (Tactical Transport Helicopter / TTH) untuk transportasi taktis maritim dan pasukan khusus. [1, 2, 3]
  • Penyelesaian Pengiriman: Pengiriman unit terakhir diselesaikan oleh Leonardo pada Oktober 2023 di Pangkalan Udara Luni, Sarzana. [1, 2]
  • Modernisasi Terbaru: Pada pertengahan tahun 2026, Italia memulai uji terbang perdana untuk peningkatan NH90 Block 1 (konfigurasi Software Release 3) dengan nilai kontrak pengembangan NATO melampaui €600 juta untuk memperkuat sistem data link taktis (Link 22) dan sonar pemburu kapal selam. [1, 2]
2. Penjualan Helikopter NH90 Bekas ex-Norwegia Melalui Italia
Pada pertengahan tahun 2026, tersiar kabar bahwa konsorsium NHIndustries (di mana perusahaan pertahanan Italia, Leonardo, memiliki 32% saham) secara resmi memasarkan 14 unit helikopter NH90 varian anti-kapal selam (NFH) yang dikembalikan oleh pemerintah Norwegia akibat masalah operasional masa lalu. [1, 2, 3, 4, 5]
  • Unit-unit bekas pakai tersebut dipasarkan kembali ke pasar internasional dengan harga yang jauh lebih murah setelah diambil alih sepenuhnya oleh pihak pabrikan. [1]
  • Ketertarikan Indonesia (TNI AL): Delegasi resmi TNI Angkatan Laut dilaporkan telah melakukan peninjauan langsung ke fasilitas produksi helikopter ini di Eropa Barat untuk mendalami peluang akuisisi guna memperkuat kemampuan peperangan anti-kapal selam (Anti-Submarine Warfare) korps militer Indonesia. [1, 2]\



Jakarta, IDM – TNI AL tengah mendalami teknologi penerbangan mutakhir di Italia untuk memperkuat pengawasan wilayah perairan Indonesia. Delegasi yang dipimpin Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksdya Edwin memantau langsung pusat industri kedirgantaraan di Naples dan Varese, pada 5–11 Mei.


Kunjungan strategis ini berfokus pada penguatan kedaulatan maritim melalui modernisasi alutsista udara. TNI AL membedah sejumlah platform yang memiliki efisiensi operasional tinggi serta kemampuan tempur mumpuni di medan laut.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul, menjelaskan tinjauan langsung ke Italia ini merupakan bagian dari upaya memperdalam kajian teknologi penerbangan strategis. Menurutnya, TNI AL memerlukan perangkat yang fleksibel untuk berbagai misi khusus di wilayah kepulauan.

“TNI AL memprioritaskan platform yang memiliki fleksibilitas tinggi. Seperti pesawat A-Viator (AP68TP-600) yang kami tinjau di Vulcanair, itu merupakan pesawat bermesin ganda turboprop dengan konfigurasi sayap atas untuk mendukung efisiensi operasional tinggi. Pesawat berkapasitas 11 personel ini punya roda pendarat yang bisa ditarik masuk guna memacu kecepatan terbang,” jelas Tunggul, dikutip dari keterangan Dispenal di Jakarta, Selasa (12/5).

MOKIT '











Kamis, 08 Oktober 2026

Mig-29

 Kabar terbaru terkait pembelian atau rencana pengadaan jet tempur MiG-29 melibatkan beberapa negara, termasuk Indonesia yang dikabarkan melirik pesawat ini untuk skadron agresor, serta Iran dan Polandia.

1. Rencana Indonesia (Skadron Agresor)
  • Kabar yang Beredar: Muncul laporan dan wacana bahwa Indonesia melirik atau berpeluang mendatangkan jet tempur MiG-29C dan UB (kemungkinan dari Belarus atau sumber lain) untuk membentuk skadron udara agresor TNI AU. [1, 2, 3]
  • Kendala/Catatan: Ada keraguan dan kekhawatiran terkait risiko tingginya biaya serta kesulitan suku cadang (mengingat ekosistem pesawat eks Uni Soviet makin terbatas dan Malaysia sebelumnya memensiunkan MiG-29 mereka), sehingga opsinya bisa berupa sewa atau pengadaan terbatas. [1]
2. Iran Menerima Pengiriman MiG-29
  • Kabar Terbaru: Iran secara resmi menerima gelombang pengiriman jet tempur MiG-29 dari Rusia untuk memperkuat armada pertahanan udaranya yang sudah menua sambil menunggu kedatangan Sukhoi Su-35 yang lebih modern. [1, 2]
3. Polandia Mengirim MiG-29 ke Ukraina
  • Kabar Terbaru: Presiden Polandia Andrzej Duda mengumumkan pengiriman jet tempur MiG-29 (seperti pengiriman 4 unit tambahan) kepada Ukraina untuk mendukung pertahanan udara mereka dalam konflik yang sedang berlangsung. [1]

Kejutan! Jet Tempur MiG-29 Fulcrum Berpeluang Lengkapi Skadron Agresor TNI AU




MOKIT