Selasa, 07 September 2010

cessna 401


1. di lanud abdurachman saleh malang sblm 2014

di lanud abdurachman saleh malang stlh 2014 (angry bird)

by Ida Bagus Ardhi
2015 marking dikembalikan sesuai semula

saat saat akan dipindahkan ke museum dirgantara mandala yogyakarta
jul 2017pesawat dipindahkan ke muspusdirla yogyakarta





NAPAk TILAS!!! PESAWAT ANGKUT MILITER INDONESIA
Cessna 401APioneer Sang “Walet”


2. di Museum Dirgantara Mandala, yogyakarta November 2017

3. di SMK Penerbangan Angkasa Lanud Abd Saleh Malang by google maps

Profil SD Angkasa 2 Lanud Soewondo Medan
4. di SD Angkasa Polonia Medan. by google maps


5. di Univ Nurtanio Bandung (cessna 402)

pada saat operasional;





                                                                    
 Cessna 401 - si Walet



Cessna A-4014 merupakan kekuatan Skadron udara 4 bersama pesawat ringan Auster, Piper Cup, Cesna-180 dan AT-6G Harvard. Awal 1960-an, Skadron 4 di non aktifkan namun secara resmi belum dibubarkan. Berdasarkan Keputusan Kasau Nomor Kep/02/I/1985 tanggal 17 Januari 1985, Skadron Udara 4 Pengintai Darat diaktifkan kembali dengan nama Skadron Udara 4 Angkut Ringan yang bermarkas di Lanud Abd Saleh. Skadron 4 berkekuatan Cassa 212 seri 100 dan 200, Cessna 401/402, SC-7 Skyvan, dan C-47 Dakota serta pesawat terbang lain yang digolongkan sebagai pesawat angkut ringan, termasuk yang berstatus titipan dari departemen diluar TNI AU. Pesawat Cessna 401 dan 402 adalah sebuah pesawat mesin piston ringan sayap rendah (low wing) yang dikeluarkan oleh Cessna dimulai pada tahun 1966 hingga 1985 di bawah nama Utiliner and Businessliner. Semua tempat duduknya bisa dilepas untuk memudahkan pesawat ini digunakan dalam konfigurasi kargo. Pesawat ini digunakan flying classroom dalam mendidik siswa navigator dan siswa instruktur navigator pada masa pendidikan di Skadron Udara 4.


Cessna 402 ada 2 unit, sedangkan Cessna 401 ada 5 unit, 3 unit kabarnya masih ada di Indonesia (4012 di ABD, 4014 di Museum Dirgantara, dan 4015 di Halim *FASI ) om

Baca lebih lanjut cerita pengabdian "si Walet" di ;
https://tni-au.mil.id/konten/pesawat-cessna-401a402a-pioneer-sang-walet/
http://jogja.tribunnews.com/2017/12/04/cessna-401-pesawat-yang-berjasasaatpenentuan-pendapat-rakyat-papua-ada-di-muspusdirla-yogyakarta

Sesuai perintah Kasau, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, lanjut dia, Lanud Abd Saleh akan menyumbangkan tiga pesawat."Cessna 401, Avia Il-14 dan Mig 17,"kepada museum dirgantara mandala yogyakarta. Menurut rencana, pesawat ini akan diberangkatkan ke Yogyakarta menggunakan Hercules dari Lanud Abd Saleh, Rabu (26/7/2017).


Pabrikan mokit :
 






Jumat, 03 September 2010

SCOTTISH AVIATION TWIN PIONEER 1

                                       
                               penampakan setelah di jadikan monumen Lanud Manuhua, Biak
by  https://lanudmanuhuabiak.wordpress.com/2016/02/11/profil-lanud-manuhua-biak/

PROFIL LANUD MANUHUA 2017

                                        penampakan sebelum dijadikan monumen di Biak

dg livery Garuda Indonesia Airways by Nityo Prawatyo


twin pin hibah Malay untuk TNI-AU @ rumpin by denmas mantri

 twin pioners, rumpin by denmas mantri
 
                                           penampakan rongsok twin pin di lanud  rumpin th 2010

                                               penampakan googlemap seblm hilang

:http://jakartadailyphoto.com/index.php/2009/12/20/scottish-aviation/comment-page-1/bbrp tahun lalu, dan sekarang bila diintip dari google map rongsokan tsb sudah tidak nampak lagi.










                                                                                   

Scottish Aviation Twin Pioneer 1

Pesawat buatan Inggris th 1955 ini panggilan populernya "Twin Pin" Jika dibaca dari beberapa situs di milis, pesawat ini adalah peninggalan perusahaan penerbangan Belanda Kroonduif anak perusahaan KLM yg operasionalnya khusus di Papua. Saat Belanda meninggalkan Papua semua aset Perusahaan  diserahterimakan kepada Garuda dan diteruskan kepada Merpati.seperti tampak photo ke dua. Ada juga cerita di angkasa mags online http://www.angkasa.co.id/index.php/kisah-nyata/15-twin-pioneer-kroonduif diceritakan yang dihibahkan ke Merpati Nusantara adalah 3 unit. Selama beroperasi di Garuda Irian Barat tercatat satu unit Twin Pioneer (PK-GTC) jatuh sesaat setelah lepas landas dari Biak-Mokmer pada 14 Mei 1963 sehingga hanya menyisakan dua unit untuk dioperasikan Merpati Nusantara. Merpati menggunakannya sampai akhir 1960-an (resmi pensiun 1972) dan perannya digantikan oleh Twin Otter.

Jadi kalau kita lihat peninggalanan satu2nya di Lanud Manuhua, dekat bandara Frans Kaisepo, Biak adalah peninggalan dari Kroonduif untuk Garuda Indonesia Airways yang dioperasikan oleh Merpati Nusantara Airliner yaitu PK-GTA, PK-GTB dan PK-GTC. PK-GTC mengalami kecelakaan beberapa saat setelah lepas landas di Lapter Biak, sedangkan PK-GTB saat ini menjadi monumen di Lanud Manuhua,Biak

Sementara twinpin yang di Lanud Rumpin, Parung Panjang Tangerang, adalah hibah dari Malaysia http://www.gatwickaviationsociety.org.uk/survivors2007_update4.asp Two ex-Indonesian AF Twin Pins have been discovered at the abandoned airfield of Rumpin, near Jakarta . Indonesia received three of the type from the Royal Malaysian AF: c/ns 581, 584 and 588. Indonesian serials have not been reported and those at Rumpin are too faded to be identified (24jan2012)

dari website  http://carrynetwork.com/link_in_frame.php?link=159774 ternyata Indonesia mendapatkan hibah dari Tentara Udara Diraja Malaysia sebanyak 3 buah SAL Twin Pioneer c/ns 581, 584 and 588. Untuk no seri di TNI AU tidak pernah dilaporkan. Terakhir nampak di Lapangan Udara Rumpin Tangerang.
 Serial number 3 unit Twin Pioneer milik TUDM yang dikirimkan kepada AURI yaitu :
1. Serial Number: FM-1063 (c/n 581) to AURI 70's (s/n unknown)
2. Serial Number: FM-1065 (c/n 584) to AURI 70's (s/n unknown)
3. Serial Number: FM-1068 (c/n 588) to AURI 70's (s/n unknown)


Tapi pesawat-pesawat tersebut di atas tidak pernah operasional dan tidak memperoleh nomor register nya, ada kemungkinan pengadaanya hanya diambil sparepartnya untuk support operasional yang di Biak, sehingga akan sulit dimuseumkan karena tidak ada bukti sejarah pernah digunakan oleh TNI-AU.

baca juga cerita di ;
 https://aviahistoria.com/2017/11/15/twin-pioneer-sang-pionir-penerbangan-di-papua/

Modelkitnya saya belum dapat, wah ini sih bakalan susah dapetnya krn produksi jadul dan atas dasar pesanan, tapi jika diperoleh nanti akan diberi marking dan decal sesuai photo diatas. Jika mo bikin scratchbuild pun belon ketemu nih pesawat yg mirip apaan? jadi kalo temen2 punya ato bisa bikin kit pesawat ini bener2 yahud dah!




photo berikut mokit rakitan by Gerry



SCHWEIZER 300

                                                      lanud A.Yani semarang

                                                 Akademi Militer Magelang, Jateng




HL-4194 by Erliansyah Abubakar‎






 


Schweizer 300
Helicopter ini masih digunakan TNI-AD sebagai heli latih di pangkalan Penerbad lanud A.Yani Semarang.
Berikut beberapa petikan dari website mengenai helicopter ini :
The Schweizer 300 (formerly Hughes 300) family of light utility helicopters was originally produced by Hughes Helicopters, as a development of the Hughes 269. Now manufactured by Schweizer Aircraft, a recent subsidiary of Sikorsky Aircraft, the basic design has been in production for almost 50 years. The single, three-bladed main rotor and piston-powered Schweizer 300 is mostly used as a cost-effective platform for training and agriculture.In February 2009, the 300C was rebranded as the Sikorsky S-300C.[2]


Sikorsky Aircraft Announces Sale of S-300C™ Helicopters to IPTN North America
STRATFORD, Connecticut - Sikorsky Aircraft has announced the sale of two S-300C™ helicopters with an option for four more, to IPTN North America, a subsidiary of PT Dirgantara Indonesia (PTDI)/Indonesian Aerospace (IAe). These S-300C helicopters will support the Indonesian Army’s requirements to train more than 100 new pilots in the next few years. In March 2012, the Indonesian Minister of Defence, Purnomo Yusgiantoro, announced Indonesia’s commitment to double Indonesia’s military helicopters, increasing the need for helicopter training. http://klipinghankam.blogspot.com/2012/04/two-s-300c-helicopters-for-indonesian.html

Ada sebuah monumenya di taman meriam komplek Akademi Militer Angkatan Darat Magelang yang dapat dilihat seperti photo di atas dari milis Antara.net

Modelkitnya belum saya miliki, jika diperoleh akan dibuat marking dan decal TNI-AD sesuai photo diatas

photo dibawah adalah mokit rakitan by Neil


Beberapa pabrikan mokit ;


Kamis, 02 September 2010

Enstrom 480













lapangan terbang pondok cabe

                                                                   

Enstrom 480


Production began in 1994 with initial deliveries to Europe. By June 2002, 43 480, 10 480B and four TH-28 had been registered. Final TH-28 produced in 1993 and delivered to China in 1993. Nine 480B delivered by mid-2003. Certified and operating in 14 countries: Australia, Belgium, Brazil, Canada, China, France, Germany, Japan, South Africa, Sweden, Switzerland, Thailand, UK and USA. In addition, 480 are also operating in Burkina Faso and Russian Federation. Recent customers include the Indonesian Police which ordered 18 480B in 2003.

Sepertinya helicopter ini hanya digunakan oleh POLRI dan tidak diproduksi oleh PT DI seperti helicopter yang digunakan TNI lainya, hingga 2015 masih aktif digunakan POLRI
Helicopter ini jarang dilihat mungkin karena jumlahnya sedikit dan operasionalnya tidak di jakarta

Modelkitnya masih dicari dan belum ditemukan pabrikan yang membuat, sehingga modelkitnyapun belum ketemu yang membuat.

mokit rakitan modeller :


pabrikan mokit :