Rabu, 19 Oktober 2016

ILYUSHIN IL-10




by Hizkia Steven



 by Hizkia,





by R Aqil P Pratama

Foto ini diambil pada tanggal 28 Februari 1958 di PAU Halim Perdana Kusuma. 
Sumber foto : Museum Lanud Halim Perdana Kusuma/Dispen AU ( by Hizkia Steven )






http://aviadejavu.ru/Images6/AK/AK2001-12/21-1.jpg

http://www.aviastar.org/air/russia/il-10.php







Ilyushin IL-10 "Beast" - Avia B-33

Soal keberadaan pesawat ini dalam jajaran TNI-AU belum diperoleh "cerita" resmi dari TNI-AU, di Chezh pesawat ini dikenal Avia B-33 ( http://combatace.com/files/file/14565-il-10-beast/)
AURI sempat memakai pesawat ini sekitar 14 unit yang di datangkan langsung dari Polandia pada tahun 1957/1958.

Ilyushin il-10 BEAST ANGKATAN UDARA TENTARA KOREA UTARA, 
https://www.facebook.com/search/str/ilyushin+il-14+indonesia/keywords_search

The Ilyushin il-10 (NOMINASI NATO: Beast) adalah pesawat menyerang Tanah Soviet dikembangkan di akhir perang dunia ii oleh obk ilyushin. Hal ini juga dibangun di bawah lisensi di cekoslowakia oleh avia dengan penandaan b-33.
Pada akhir tahun 40-an, 93 il-10 dan uil-10 dikirim ke korea utara; sekitar 50 dari il-10 mungkin, diproduksi selama perang dunia II.
Alat-alat ini digunakan oleh pasukan ke-57 untuk serangan pertama dari perang korea. Awalnya mereka berhasil digunakan melawan pertahanan yang lemah dari pasukan Korea Selatan, tapi kemudian mereka mengalami kerugian serius dalam menghadapi pejuang Amerika dan dibombardir di tanah. Setelah beberapa minggu tersisa sekitar 20 gadget. Pada musim panas 1950, Korea Utara menerima peralatan baru dari Uni Soviet.
Korea Utara menyatakan runtuhnya Kapal perang pada tanggal 22 Agustus 1950 dengan il-10, tapi ini belum dikonfirmasi.
Hal ini juga digunakan oleh Republik Rakyat Cina, dalam dua resimen dari divisi penerbangan penyerangan dari 1950. Yang digunakan dalam pertempuran selama konflik dengan Republik Cina, (Taiwan), di kepulauan perbatasan di Januari 1955. Tetap dalam pelayanan sampai 1972 (substituido oleh nanchang q-5).
Dari Tahun 1957, Yaman menggunakan 24 B-33.
Afghanistan mungkin telah menerima beberapa pesawat b-33, tapi ini belum dikonfirmasi.
Indonesia menerima nomor yang belum diketahui dari b-33 dari polandia pada 1957. Pesawat yang telah dimodifikasi di polandia dan dapat mengangkut tangki bahan bakar tambahan 300 liter di bawah pesawat. Karena keuntungan miskin dari pesawat, mereka dikembalikan ke Polandia.
Rumania menerima sekitar 14 Old il-10 dan uil-10 s di 1950 dan 1952. Di 1953 140 B-33 s dan 16 CB-33 Pelatihan disampaikan dan digunakan hingga 1960.
Pengguna lain dari il-10 dan dari b-33 adalah angkatan udara bulgaria, cekoslowakia dan hungaria.


Sepotong data berikut ini diperoleh info dari penggemar sejarah penerbangan militer Indonesia Sdr Hizkia Steven yaitu sbb ;



Specification




 CREW
2
 ENGINE
1 x AM-42, 1470kW
 WEIGHTS
    Take-off weight
6335 kg
13966 lb
    Empty weight
4680 kg
10318 lb
 DIMENSIONS
    Wingspan
13.4 m
44 ft 12 in
    Length
11.1 m
36 ft 5 in
    Height
4.3 m
14 ft 1 in
    Wing area
30.0 m2
322.92 sq ft
 PERFORMANCE
    Max. speed
560 km/h
348 mph
    Cruise speed
370 km/h
230 mph
    Ceiling
7000 m
22950 ft
    Range w/max.fuel
830 km
516 miles
    Range w/max.payload
420 km
261 miles
 ARMAMENT
5 machine-guns, 8 missiles, 600kg of bombs


Sepintas pesawat ini mirip dengan Ilyushin Il-2 'Shturmovik, saat ini peninggalan pesawat ini tidak ada

Model kitnya ada beberapa pabrikan seperti ;



 contoh rakitan mokit ilyushin 10  :




 Ilyushin IL-10 Avia B-33 Indonesian Air Force



Kamis, 18 Februari 2016

BOEING 737-500


 





B 737 Family by wikipedia




BOEING B 737-500

TNI Angkatan Udara menerima hibah pesawat Boeng 737 – 500 dari PT Garuda Indonesia yang diserahkan langsung Direktur Utama PT Garuda Arif Wibowo kepada Aslog Kasau Marsda TNI M. Nurullah dan disaksikan Kasau Marsekal TNI Agus Supriatna serta pejabat TNI AU lainnya di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis (7/1).
Usai penerimaan pesawat Kasau mengatakan, pesawat Boeing 737-500 ini sangat lincah dan dapat mendarat di seluruh Pangkalan TNI Angkatan Udara, dan pesawat ini dapat landing dilandasan kurang dari 2000 meter, dan itu sangat save sekali.
Pesawat Boeing 737-500 dengan callsign A-7307 akan memperkuat Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma, dan tentunya sangat bermanfaat bagi TNI AU, khususnya untuk pergerakan pesawat-pesawat VIP dan VVIP TNI AU. Semoga TNI AU dapat mengoperasionalkannya secara maksimal dan tetap dipercaya oleh PT Garuda untuk mengoperasionalkan apabila ada pergantian pesawat-pesawat oleh PT Garuda Indonesia, harap Kasau.

spesifikasi :
Tipe Mesin CFM56 -3C1
Kecepatan 840 kph
Länge 31,1 m
Flügelspanne 28,88 m
Jarak Maksimum 3.515 km
Kapasitas Penumpang 12* + 84** = 96 Penumpang
Awak Pesawat 2 (Krew Kokpit) + 5 (Awak Kabin)
Konfigurasi ULD Massa barang dagangan (Bulk)
Kapasitas Cargo 3.180 kg

Model kitnya sy belum punya

Sementara pabrikan mokit yang membuat diantaranya adalah ;



Rakitan model mancanegara ;

by lima oscar


mokit rakitan Om Alex Sidharta

mokit rakitan Om Gatot Widjoseno





Selasa, 19 Januari 2016

KAWANISHI N1K1












How to Turn the N1K1 Kyofu into a Shiden




KAWANISHI  N1K1  Kyofu  "REX"

Baru saja ditemukan photo jadul pesawat ini di websitenya Kaskus yang sepertinya pesawat ini akan diangkut ke Belanda. Ternyata pesawat ini pernah diberi marking merah putih, tapi belum diketahui bagaimana ceritanya apakah pernah diterbangkan oleh personil AURI atau tidak.
Ada cerita di web seperti ini  :

Following 1942's Battle of Ambon, Japan captured Ambon Island from the Allies. The IJN then used this Indonesian island as a base for launching air raids and intercepting Allied aircraft. Floatplanes like the Nakajima A6M2-N and Kawanishi N1K1 proved to be important assets. Of the two, however, the N1K1's wing-mounted 20 mm cannons were a more ideal match for Allied aircraft

Nah jika ingin membuat mokitnya ada beberapa pabrikan yang membuat seperti ;










Sementara beberapa rakitan mokitnya sbb ;







by Erwin MOdelkit














Kamis, 10 Desember 2015

BEECHCRAFT BARON G-58


by world in news com

by sindonews com


















Beechcraft Baron G-58



TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - TNI Angkatan Laut menerima dua unit pesawat latih jenis Baron G58, Sabtu (9/12/2015) pekan lalu.
Pesawat ini mendarat di Pangkalan Udara TNI-AL Juanda Surabaya, setelah terbang, menempuh jarak sekitar 10 ribu mil dari Kota Wichita, Kansas, Amerika Serikat.
"Pesud (pesawat udara) ini dipersiapkan sebagai sarana latih lanjut bagi para penerbang Angkatan Laut. Pesawat ini merupakan kelanjutan dari pesud latih dasar yang ada yaitu Bonanza G 36," kata Kadispenal Laksma M Zainudin kepada Tribunnews.
Pesawat latih Baron G58 bermesin penggerak double engine mampu terbang pada kecepatan 202 Knots, dengan teknologi glasscockpit, memiliki tingkat keamanan dan keselamatan yang tinggi, dapat bermanuver sesuai kebutuhan yang diinginkan.
Pesawat ini dilengkapi peralatan navigasi dan komunikasi yang memadai sesuai kemajuan teknologi terkini.
Dengan kehadiran pesud Baron G58 diharapkan mampu mencetak penerbang TNI AL yang profesional, sehingga kebutuhan personel penerbang secara kuantitas dan kualitas dapat terwujud.
Sampai saat ini jajaran penerbangan TNI Angkatan Laut perlu terus meningkatkan kemampuan, agar mampu menghadapi dan mengantisipasi derasnya arus dinamika perkembangan lingkungan strategis.

BARON G-58 yang merupakan pesawat latih TNI AL menggantikan pesawat latih lama jenis Nomad N-22/24 yang kini sudah dinonaktifkan. Pesawat latih tersebut dibutuhkan untuk memperlancar proses kualifikasi penerbang TNI AL yang selanjutnya akan mengawaki pesawat udara operasional seperti CN 235-200 maupun Casa NC 212-200. Ditambahkan oleh Kasal  bahwa pesawat latih BARON G-58 ini mampu menampung 6 orang. "Pesawat ini memiliki kapasitas daya tampung 6 orang dan selanjutnya akan terus ditingkatkan jumlahnya menjadi 6 unit agar lebih efektif dalam memperlancar peningkatan kualifikasi para penerbang fixedwing TNI AL,"papar Ade Supandi. 
BARON G-58 juga memiliki tingkat keamanan dan keselamatan penerbangan yang tinggi, dapat dioperasikan sesuai kebutuhan manuver yang diprogramkan, dilengkapi dengan kemajuan teknologi pesawat udara terkini Glasscockpit Technology yang terintegrasi dengan  Engine Instrument, Flight Instrument, Communications, Navigation, Auto Pilot dan Radar Cuaca, dan memiliki Endurance 5 jam secara terus menerus dengan kecepatan 180-223 knots (333-413 Km/jam), memiliki performa mesin penggerak Double Engine masing-masing 300 HP, serta dapat dioperasikan hingga 20 tahun ke depan atau lebih,"pungkasnya.
 http://www.world-in-news.com

Sementara jika mencari modelkitnya... belum ditemukan pabrikan yang membuat. Jadi jika ingin membuat scracthbuild...atau membuat dari bahan model kit sejenis yang paling mendekati adalah :