Kamis, 08 Agustus 2013

TRANSAVIA PL-12

                                   photo by r-adrie lokasi monumen lapangan golf halim pk


photo by Hizkia - agustus 2015



                                                               photo by airliner.net





                                         google map lapangan golf halim pk                  





Transavia PL-12 Airtruck


photo monumen esawat ini diperoleh di address website http://www.indoflyer.net/Forum/tm.asp?m=634510&mpage=2&key= yg motret Om r_adrie, lokasinya sesuai google maps ada di jl lapangan golf halim pk, markingnya seperti militer..tapi serinya PK? 

Pesawat ini jika menurut airliners.net ceritanya adalah milik perusahaan Djajanti yang berada di Tual pd tahun 1982. sedangkan pembuat pesawat ini adalah Australia, yg diciptakan untuk penyemprotan hama pertanian dan dibuat pd tahun 1965 cekidot http://www.airliners.net/photo/Djajanti-Djaja-corpration/Transavia-PL-12U-Airtruk/0438059/&sid=6ddd091a937ef5e10f484e5888ed3072

mokitnya baru ketemu merk Sharkit bikinan Ausi scala 1/72 cekidot http://forum.aussiemodeller.com.au/viewtopic.php?f=2&t=4250



photo di bawah rakitan by gmoss http://www.aussiemodeller.com.au/forum/viewtopic.php?f=8&t=4317&start=10



Kamis, 06 Juni 2013

SUKHOI Su-30









http://aviadejavu.ru/Site/Crafts/Craft20016.htm#en









http://modelingmadness.com/scott/decals/caracal/48/cd48088.htm

http://www.sukhoi.mariwoj.pl/su-30-id.htm


 http://www.ausairpower.net/APA-Flanker.html  


ryanda damarrr



 Skadron Udara 11, Lanud Hasanuddin, Makasar

SUKHOI  
Su -30 Mk2
Su -30 KI

sesuai berita dari web http://defense-studies.blogspot.com/search/label/INDONESIA telah tiba lagi 2
Kedatangan dua Pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK 2 tersebut menjadikan 4 dari 6 pesawat  tempur sukhoi pesanan pemerintah Indonesia tahun 2013 telah tiba, yang akan menambah kekuatan Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin sebagai home base pesawat tempur SU-27 SKM dan SU-30 MK 2 buatan KNAAPO (Komsomolsk-na Amure Aircraft Production Association) Rusia, yang saat ini sudah ada 12 Unit pesawat Tempur Sukhoi SU-27 SKM dan SU-30 MK 2 yang datang secara bertahap yaitu semenjak Tahun 2003 di Lanud Iswahyudi Madiun selanjutnya di Lanud Sultan Hasanuddin tahun 2009 dan 2010.
gambar dibawah diambil dari web indoflyer net

  • Indonesian Air Force (TNI - AU or Tentara Nasional Indonesia - Angkatan Udara) has ordered a combined 11 Su-30MK/MK2 fighters.[44] As of September 2013 it has all Su-30MK/MK2s in inventory.[44]

Specifications (Su-27PU/Su-30)

General characteristics
  • Crew: 2
  • Length: 21.935 m (72.97 ft)
  • Wingspan: 14.7 m (48.2 ft)
  • Height: 6.36 m (20.85 ft)
  • Wing area: 62.0 m2 (667 ft2)
  • Empty weight: 17,700 kg (39,021 lb)
  • Loaded weight: 24,900 kg (54,900 lb) with 56% fuel
  • Max. takeoff weight: 34,500 kg (76,060 lb)
  • Powerplant: 2 × AL-31FL low-bypass turbofans
    • Dry thrust: 7,600 kgf (74.5 kN, 16,750 lbf) each
    • Thrust with afterburner: 12,500 kgf (122.58 kN, 27,560 lbf) each
  • Fuel capacity: 9,400 kg (20,724 lb) internally[68]
Performance
  • Maximum speed: Mach 2.0 (2,120 km/h, 1,320 mph)
  • Range: 3,000 km (1,620 nmi) at altitude
  • Service ceiling: 17,300 m (56,800 ft)
  • Rate of climb: 230 m/s (45,275 ft/min)
  • Wing loading: 401 kg/m2 with 56% fuel (468.3 kg/m2 with full internal fuel) (82.3 lb/ft2 with 56% fuel)
  • Thrust/weight:
    • With full fuel: 0.86
    • With 56% fuel: 1.00
  • Maximum g-load: +9 g
Armament
The Su-27PU had 8 hardpoints for its weapon load, whereas the Su-30MK's combat load is mounted on 12 hardpoints: 2 wingtip AAM launch rails, 3 pylons under each wing, 1 pylon under each engine nacelle, and 2 pylons in tandem in the "arch" between the engines. All versions can carry up to 8 tonnes of external stores.

mokitnya saya belum beli, sementara dipasaran banyak beredar beberapa merk a.l sbb:
                                          Trumpeter 1/72
                                         zvesda 1/72

photo di bawah adalah rakitan dari salah satu punggawa mokit kita:





by Prama Sobari 1-72 Zvevda2

kit review



                                                                     its, satriyo

Sabtu, 10 November 2012

GROB P-120


by angkasa aviapedia









by @Bimo

 by Adi Cahyadi





by Gatot Rojo Lele Tripintoko





Grob flight HUT TNI AU 71






GAGAH!! Pesawat Beechcraft T-34 Mentor &
 Grob G120tp TNI AU (Pameran Pesawat Tempur TNI AU)

GARUDA : Skadron Pendidikan 101 Wingdik Terbang Lanud Adisutjipto

Proses Menghidupkan Mesin Pesawat Latih TNI AU Grob G 120TP

 NET17 - Pesawat Latih Baru TNI AU

GROB G-120 TPA



Kali ini kita akan berkenalan dengan Grob G-120TP-A, salah satu pesawat latih milik TNI-AU.
Pesawat yang didatangkan di tahun 2013 ini menjadi tulang punggung TNI-AU untuk mencetak elang-elang muda penjaga dirgantara. Pesawat Grob ini menggantikan tugas dari AS-202 Bravo yang sudah uzur, Kawans.
.
Grob memiliki 5 bilah propeller dengan ditenagai mesin turboprop Rolls-Royce M250-B17F. Grob yang difungsikan sebagai pesawat latih sangat cocok dengan konsep side-by-side sehingga memudahkan instruktur melatih siswanya. Grob memiliki kecepatan maksimum 226 KTAS dengan ketinggian maksimum 25.000 feet, selain itu Grob mampu terbang hingga radius 725 Nm. Grob juga memiliki load factor aerobatic cukup tinggi hingga +6G / -4G.
.
Nah, Indonesia saat ini sudah punya 30 pesawat untuk menunjang kebutuhan melatih siswa-siswa penerbang TNI-AU. Pesawat-pesawat Grob ini ditempatkan di Skadron Pendidikan 101. Kalau Kawans mau lihat pesawat ini bisa datang ke Lanud Adi Sucipto di Yogyakarta atau Lanud Adisumarmo di Solo.
.
Sudah cukup ya berkenalannya, share foto Grob-mu dan komen pengalamanmu bersama Grob kawans! Photo by @adhiesolo

https://www.facebook.com/avia.pedia/photos/a.513189358726751/2312104048835264/?type=3&theater

Ngebaca beberapa ulasan di web kalo TNI-AU mau ngganti pesawat latihnya yang udah tua AS 202 bravo dengan pesawat ini. Pesawat ini buatan Jerman nantinya dibuat berdasarkan pesanan kita. Realisasinya mungkin 2013 sebanyak satu skadron. dari web http://www.militer-review.web.id diberitakan bahwa Sekolah Penerbang Lanud Adisucipto tengah menunggu 18 pesawat baru G-120 TP Grob dari Jerman. Kehadiran pesawat ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas penerbang yang akan dihasilkan. Ke 18 pesawat ini akan menggantikan pesawat lama yang sudah berusia 30 tahun. kalo mau liat spec ada di sini nih http://www.grob-aircraft.com/press-review-reader/items/flightglobal-grob-aircraft-bullish-over-more-g120tp-sales.html
 
ANGKASAREVIEW.COM – Tanggal 23 April 2018 lalu Lanud Adisutjipto, Yogyakarta kedatangan enam pesawat G120TP-A terakhir dari 12 unit yang dipesan pada tahap kedua. Lengkap sudah 30 unit pesawat latih dasar pesanan TNI AU. Selanjutnya pesawat dengan nomor registrasi LD-1225 sampai LD-1230 ini akan diserahkan untuk dioperasikan oleh Skadron Pendidikan 101.
Pada tahap pertama, September 2011, TNI AU memesan 18 unit. Dua tahun setelahnya, Agustus 2013, pabrik Grob Aircraft yang berada di Tussenhausen, Mattsies, Jerman mulai mengirim empat pesawat batch pertama secara terurai. Setelah dirakit pesawat begistrasi LD-1201 s/d LD-1204 ini menjalani uji terbang tanggal 28-29 Agustus 2013 sebelum diserahterimakan.
TNI AU membeli G120TP-A untuk menggantikan dua jenis pesawat latih yang sudah uzur, yakni pesawat Latih Mula (LM) FFA AS-202 Bravo buatan Swiss dan pesawat Latih Dasar (LD) Beechcraft T-34C Charlie buatan AS. Dalam kompetisi pengadaan, G120TP berhasil menyingkirkan pesaingnya yaitu SIAI-Marchetti  (kini Leonardo) SF-260TP buatan Italia dan Pacific Aerospace CT/4 dari Selandia Baru.
Dibanding dua pesaingnya, G120TP adalah pesawat generasi baru yang mengadopsi teknologi aviasi terkini. Grob menawarkan panel instrumen fully digital avionic dilengkapi empat layar EFIS EFIS Genesys Aerosystems IDU-680 dengan sistem kontrol kemudi HOTAS (Hands On Throttle And Stick). Pilot dan Kadet bersebelahan, duduk di atas kursi lontar ringan Martin-Baker Mk.15B
 Sedang Grob G120 TP-A milik TNI AU mengadopsi avionik kombinasi analaog dan digital. Di dashboard tersedia peralatan navigasi kompas, electric HIS, directional gyro, magnetic azimuth transmmitter, Garmin GNS-430W untuk Nav1 dan Nav2. Selain itu juga ada Garmin GTRX330 mode S transponder, serta DME Honeywell KN-63/KDI-572.
 Mengadopsi sayap model rendah yang ujung sayapnya telah menerapkan winglet untuk efisiensi pemakaian bahan bakar. Badan dan sayapnya terbuat dari carbonfibre composit antikorosi, ringan tapi kuat. Pesawat mampu menahan tekanan garvitasi hingga batas +6 sampai -4G. Dapat dioperasikan dalam suhu -20 hingga maksimal 72 derajat Celsius.
Sebagai tenaga penggerak menggunakan mesin turboprop 250-B17F buatan Rolls Royce berdaya 456 hp, memutar lima bilah baling-baling MT. Kecepatan maksimumnya 454 km/jam dan ketinggian terbang maksimum 7.600 m. Kapasitas bahan bakar sebanyak 360 liter dengan lama penerbangan selama 5 jam 45 menit atau dengan jangkauan operasi 1.074 km.

Pesawat latih G120TP cukup laris manis, TNI AU adalah pengguna pertama (launch customer). Disusul AU Argentina membeli 10 unit tahun 2013 dan AU Yordania pesan 16 pesawat yang mulai berdinas April 2017. AU Meksiko memesan 25 unit yang diserahkan pertama pada Februari 2015. Selain itu G120TP juga digunakan untuk melatih pilot militer Inggris dan penerbangan Angkatan Darat AS.
RANGGA BASWARA
 https://www.angkasareview.com/2018/05/03/lengkap-sudah-30-grob-g120tp-a-milik-skadik-101-tni-au/

Nha model kitnya belum ketemu nih, kalo mau ngebangun dari mokit sejenis yg paling deket adalah mokit SAI SF 260


Dapet berita dan photo dari website  http://arc.web.id/berita/47-tni-au/522-this-is-it-indonesian-grob-g-120tp.html diberitakan kalo pesawat ini sekitar akhir Juni 2013 bakal masuk ke indonesia. dengan livery sbb :



photo2 Grob lainya dapat dilihat disini ; https://www.instagram.com/explore/tags/skadik101/