Rabu, 24 Agustus 2011

KAI T-50 GOLDEN EAGLE



airbrake

















 





by angkasa aviapedia


CINA GEMETAR! DIAM-DIAM TNI AU BAWA PULANG 6 JET TEMPUR TERCANGGIH DARI KOREA, MACAN ASIA BANGKIT
KAI T-50 Golden Eagle 

  KAI T50 

Golden Eagle adalah pesawat latih lanjut dan tempur yang sering dijuluki "Baby Falcon", merupakan hasil pengembangan dari Korea Aerospace Industries (KAI) dengan Lockheed Martin. Pesawat ini serupa dengan F-16 namun ukurannya lebih mungil.
.
T-50 Golden Eagle yang diproduksi untuk Indonesia menggunakan kode T-50i. TNI AU sendiri sudah menggunakan pesawat tempur ini sejak tahun 2013 dengan pengoperasian berada di bawah Koopsau II, Wing 3 Lanud Iswahyudi, Madiun di bawah naungan Skadron Udara 15 menggantikan pendahulunya BAe Hawk MK-53 yang sudah mendiami Museum Pusat Dirgantara Mandala Yogyakarta dan beberapa kota di Indonesia.
.
Beberapa persenjataan yang dapat dipasangkan ke T-50i Golden Eagle antara lain seperti Kanon 20 mm General Electric M61 Vulcan, rudal AIM-9 Sidewinder, AGM-65 Maverick, peluncur roket LAU-3 dan LAU-68, bom kluster CBU-58 dan Mk-20, bom multiguna Mk-82, Mk-83,dan Mk-84.
Tiga tangki bahan bakar minyak eksternal juga bisa dipasang dipesawat ini.
.
Selain sebagai pesawat latih, T-50 juga sering digunakan untuk operasi ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) serta melakukan operasi patroli di perbatasan.
Beberapa waktu lalu, Skadron Udara 15 melakukan uji coba missile launcher yang dilaksanakan di AWR Pandan Wangi, Lumajang, Jawa Timur.
.
Kawans, pernah punya pengalaman tentang "Baby Falcon" ini? Share di kolom comment ya...
Credit by: @kristanto_wibowo | @skadronudara15

 https://www.facebook.com/avia.pedia/photos/a.513189358726751/2231331743579162/?type=3&theater

Diperoleh info dari website bahwa TNI Angkatan Udara segera diperkuat satu skuadron atau 16 pesawat T50 Golden Eagle dari Korea Selatan tahun depan, untuk meningkatkan kemampuan para penerbang matra udara, kata Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat usai peringatan ke-65 TNI Angkatan Udara di Jakarta, Sabtu.
Imam Sufaat menambahkan, pengadaan pesawat tersebut merupakan salah satu program pengembangan kekuatan TNI Angkatan Udara hingga 2024 berdasar kekuatan dasar minimum."Kebijakan dari Presiden (Susilo Bambang Yudhoyono) untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan alutsista khususnya untuk mengganti pesawat-pesawat berusia di atas 30 tahun," ujarnya.Pesawat latih T50 Golden Eagle rencananya menggantikan Hawk 53 MK buatan Inggris yang segera dipensiunkan. Selain T50, TNI Angkatan Udara juga akan membeli pesawat Super Tucano untuk menggantikan OV-10 Bronco.
"Proses pengadaan T50 sudah ditetapkan oleh Kemhan (Kementerian Pertahanan). Proses pengadaan sudah dimulai," tuturnya.Untuk membeli satu skuadron T50, pemerintah harus menyiapkan danaa 400 juta dolar AS. Pesawat rencananya mulai dikirim ke Indonesia pada 2012."Normalnya sebenarnya 18 bulan, tapi kami minta perusahaannya untuk mempercepat," kata Imam seraya menyebutkan T50 cocok untuk latihan pilot pesawat Sukhoi dan memiliki kemampuan mirip F 16."Jadi sebelum mereka ke Sukhoi, mereka kita latih pakai T50 dulu. Karena kalau latihan pakai Sukhoi "cost operasional" nya cukup besar. Selain untuk latihan, pesawat ini bisa digunakan untuk operasi penyerangan ringan," kata Imam.jakarta (ANTARA News)


Modelkit beberapa pabrikan model kit :
  




rakitan Trisna Purbadi Sartono



Berdasar berita2 dari website bulan Juni 2013 terlansir beberapa gambar marking T-50 ini sebagai pesawat aerobatik TNI-AU seperti gambar dibawah :







dari sumber majalah angkasa edisi september 2013 inilah marking T-50i

ryanda damarrr




                    dari web skyscrapercity com ada juga marking loreng biru abu-abu
photo by nasional.kompas.com

 teddy hambrata




by imgrum com avia digi-art

 http://aviadejavu.ru/Site/Crafts/Craft21436.htm#en








Skadron Udara 15 Lanud Iswahyudi



pada rabu tanggal 11 september 2013 diberitakan oleh http://www.antaranews.com/berita/395273/dua-t-50i-golden-eagle-tni-au-tiba  Kuala Namu, Sumatera Utara (ANTARA News) - 
Kedatangan kedua "Elang Emas" ini dilakukan setelah menempuh penerbangan feri dari pabriknya, Korean Aviation Industries, di Sacheon, Gyeongsang, Korea Selatan, melalui Taiwan dan Filipina, sejak beberapa hari sebelumnya. 
Adalah Panglima Komando Operasi Udara II TNI AU, Marsekal Muda TNI Agus Supriatna, yang menyambut kedua unit T-50i di hanggar Skuadron Udara 15 di pangkalan udara itu, demikian keterangan tertulis TNI AU. 
T-50i yang potongannya sangat mirip dengan F-16 Fighting Falcon itu memang ditujukan menggantikan peran Hawk Mk-53 buatan British Aerospace, yang telah berdinas sejak pertengahan dasawarsa '80-an. 
Secara kemampuan, T-50i Elang Emas yang menjadi "juara" menyingkirkan pesaingnya, Yakovlev Yak-130 Mitten (Rusia) dan Aermacchi M-346 (Italia) memang seolah menjadi "jembatan" antara tempur taktis, latih jet tempur, dan patroli terbatas, serang udara-darat dan udara-udara, menuju tempur strategis-taktis Sukhoi Su-27Flanker series. 
Sesuai dengan azazinya sebagai tempur taktis, kedua T-50i Golden Eagle --Indonesia menjadi operator pasti pertama internasionalnya-- diberi kodifikasi TT di sayap tegak pesawat tempur berukuran cukup mungil hasil kolaborasi KAI dengan Lockheed Martin (pengembang kini F-16Fightning Falcon). 
Dengan begitu, kedua T-50i Golden Eagle alias Elang Emas yang diterbangkan penerbang uji KAI, Kwon Huiman, dan Lee Dong-kyo itu diberi kode tempur TT-5003 dan TT-5004. Dua angka pertama setelah huruf TT menunjukkan tipenya (T-50i), dan dua angka terakhir menunjukkan nomer urutnya. 
Yang menarik, sesuai keterangan Dinas Penerangan TNI AU, sebelum menyentuh landasan pacu pangkalan penempur TNI AU itu, kedua Elang Emas itu dikawal di udara oleh pesawat-pesawat tempur yang akan dia gantikan, yaitu dua Hawk Mk-53 Skuadron Udara 15, membentuk Hawk flight. 
Pengawalan sekaligus penjemputan kehormatan itu dilakukan langsung Komandan Skadron Udara 15, Letnan Kolonel Penerbang Wastum dan second seater-nya, Mayor Penerbang Hendra. Masih didampingi di pesawat Hawk Mk-53 kedua, yang dipiloti Kapten Penerbang Gultom dan Letnan Satu Penerbang Yudistira.
Setelah bergabung di udara, keempat pesawat tempur TNI AU itu membentuk formasi kotak (box formation) dengan Hawk flight menjadi pimpinan penerbangan. Mereka terbang lintas dengan suara gemuruh mesin di udra hanggar dan kompleks Pangkalan Udara Utama TNI AU Iswahyudi. Editor: Unggul Tri Ratomo

awal 2015 penampakan mokit rakitan Om Alex sbb :
 ada lagi rakitan CMJ

 SLEMAN, TRIBUNJABAR.CO.ID - Pesawat tempur TNI AU, T50i Golden Eagle jatuh di kompleks Ksatrian Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta bersama 2 pilotnya gugur pada Minggu (20/12/2015) sekitar pukul 10.00 WIB. Pesawat seri TT 5007 tersebut mengalami kecelakaan saat melakukan atraksi udara dalam rangka memeriahkan acara Gebyar Dirgantara di TNI AU Lanud Adisutjipto.


TT-5007 by Muhammad Iqbal

 Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Agus Supriatna :
T-50 bukan pesawat tempur. Kalau pesawat tempur itu radarnya harus lengkap, juga ada rudalnya. Radarnya aja enggak ada. Mana ada pesawat tempur enggak ada radarnya? Bagaimana dia nanti melakukan perang di udara menangkap musuh? Ia hanya punya rato, radar moto. Bayangkan, beli pesawat tempur tapi enggak ada radarnya,” keluh Agus.
Karena minimnya kemampuan pertahanan, Agus menyebut T-50 lebih pantas digunkan untuk flypass, bukan air to air atau perang udara. Hal itulah yang dimiliki pesawat tempur seperti Sukhoi, F-16, atau F-5.

upgrade t-50i to FA-50