Sabtu, 31 Januari 2015

Eurocopter AS 550 Fennec


PENGGUNA  TNI-AD ;



 by noviarli wahyudi
 by intawebbram com~

by pinggram me1

by imgrum net











fennec cockpit




            



Eurocopter AS350 Ecuriel RSAF Walkaround Video

CUKUP MEMATIKAN !! HELI SERBU PUSPENERBAD 
BUATAN PT DIRGANTARA INDONESIA FENNEC AS 550 C3


Eurocopter AS 550 Fennec 



Bila Puspenerbal TNI AL mendapatkan ‘kado’ AS 565 MB Panther untuk melengkapi sistem senjata pada kapal perang, maka di matra udara dan darat pun turut kebagian jatah modernisasi di lini helikopter. Di lingkungan TNI AD, Puspenerbad seperti banyak diwartakan, bakal menerima heli serbu AH-64 Apache yang akan datang mulai tahun 2015 hingga 2017. Selain itu, korps kavaleri udara ini juga mendapatkan heli tempur serbaguna NBell-412EP buatan PT Dirgantara Indonesia (DI).

Nah, masih terkait dengan peran PT. DI, Penerbad TNI AD juga dijadwalkan akan menerima ‘barang baru’ untuk memperkuat lini heli serbunya. Kali ini yang digadang bukan heli tempur sangar kelas berat macam Mi-35P, tapi TNI AD juga melirik segmen heli serbaguna ringan. Dan, untuk segmen heli serbaguna ringan yang punya kemampuan serbu, tentu bukan cerita baru buat TNI AD yang telah mengoperasikan heli NBO-105 sejak tahun 70-an. Mungkin melihat tipikal medan di Indonesia, kebutuhan heli ringan serbaguna berkemapuan serbu nyatanya masih cukup besar, sementara NBO-105 sudah dihentikan produksinya pada tahun 2011.
Meski karir NBO-105 di lingkungan TNI AD belum bakal diakhiri dalam waktu dekat, TNI AD sudah menyiapkan ‘kawan’ yang sepadan, yaitu AS 550 Fennec buatan Eurocopter. Walau saat tulisan ini dibuat, belum terlihat penampakan Fennec di muka publik, tapi bakal hadirnya heli ini sudah mendapat konfirmasi dari pihak operator. TNI AD dijadwalkan mulai akan menerima Fennec pada tahun 2014 ini. Jumlah yang dipesan memang hanya untuk jatah melengkapi satu skadron, yaitu 12 heli dengan rencana kedatangan mulai periode 2014 hingga 2015. Disebut terkait dengan PT DI, karena helikopter ini nantinya akan dirakit di Bandung, sama halnya dengan AS 565 Panther yang juga produksi Eurocopter.

AS 550 Fennec berangkat dari rancangan heli sipil AS 350 Squirel, jadi jangan bayangkan sosok heli ini punya tampang sangar, malah tampangnya terbilang imut dengan sumber tenaga hanya dari satu mesin. Meski begitu, heli ringan dengan bobot kosong hanya 1,2 ton ini dapat membawa persenjataan yang mematikan berikut perangkat avionik canggih. Manuvernya yang lincah dengan mobilitas tinggi, menjadikan heli ini bakal disiapkan untuk memperkuat Skadron 12/Serbu Waytuba, Lampung dan Skadron 12/Serbu Tanjungredep, Kalimantan Timur. Untuk gelaran heli ini pun sudah dirilis ke publik, 8 unit akan ditempatkan pada Skadron 12 dan 3 unit di Skadron 13, dan sisanya 1 unit akan memperkuat Pusdik Penerbad TNI AD di Semarang, Jawa Tengah. Untuk menyiapkan operasional AS 550 Fennec, TNI AD menyiapkan 23 penerbang dan 31 teknisi.

Skadron 12 Penerbad, Lampung


Pilihan TNI AD mengadopsi Fennec tentunya bukan sekedar ‘coba-coba,’ Fennec sendiri kini sudah dioperasikan oleh AU Singapura, AU Australia, AU dan AD Brazil, AD Denmark, AD Perancis, dan AD Uni Emirate Arab. Fennec beroperasi dengan mesin tunggal, sosoknya terbilang tangguh , dan dapat dioperasikan untuk misi anti tank, pertempuran di udara, close air support bagi pasukan di darat, transpor pasukan, logistik, dan ambulan udara. Untuk operasi tempur, Fennec punya kode tersendiri, yaitu AS 550 C3.Untuk keperluan tempur, AS 550 C3 dapat menggotong aneka persenjataan, sebut saja senapan mesin, senapan mesin laras ganda dalam pod, hingga rudal anti tank TOW.

Bicara soal ketangguhan, Fennec disokong desain airframe dan fuselage dari bahan fiberglass khusus, sehingga bobot total helikopter ini jauh lebih ringan dibanding heli lain dikelasnya. Rotor utama Fennec dibuat dari bahan khusus Starflex , demikian pula untuk blade rotor, dibalut bahan komposit yang kuat dan mampu mereduksi kebisingan akibat putaran rotor. Sementara untuk urusan mesin, mengadopsi jenis Turbomeca Arril B agar mampu menahan tembakan senapan mesin kaliber besar, mesin diberi lapisan baja yang cukup tebal.
Tak hanya mesin yang mendapat porsi perlindungan khusus dari ancaman tembakan musuh, kursi pilot dan penumpang juga dilapisi baja. Saat digunakan sebagai heli transpor, Fennec sanggup membawa lebih dari lima orang pasukan dengan senjata lengkap. Sementara saat difungsikan sebagai ambulan udara, ruang kabin Fennec dapat memuat satu tandu pasien dan dua dokter. Desain pintu belakang Fennec dirancang dengan model buka tutup dengan cara sliding (geser) memudahkan penumpang atau kargo yang dimuat serta dikeluarkan dari heli. Pola yang sama juga digunakan oleh heli ringan BO-105. Muatan kargo yang bisa dimuat sebanyak 1.160 kg dan barang yang dibawa dengan hoist atau sling seberat 204 kg.

Kokpit Fennec dilengkapi dengan peralatan canggih dan berfungsi secara single control dan sanggup dioperasikan saat gelap karena dbekali dengan alat penglihatan malam. Perangkat navigasi yang ada di dalam kokpit mencakup GPS, VHF omni directional radio ranger dan instrument landing system (VOR/ILS), penentu arah dan target yang bekerja secara otomatis, dan masih banyak lainnya. Saat menerbangkan Fennec, pilot juga dapat memonitor kondisi mesin dan putaran rotor menggunakan layar khusus di dalam kokpit.

Berangkat dari platform heli sipil, untuk paket persenjataan tentunya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kocek dari negara pembeli. Misalnya, Fennec yang dioperasikan militer Denmark, dibekali dengan pemandu rudal anti tank yang dapat bekerja secara elektronik. Perangkat yang dimiliki heli diantaranya rudal TOW, pembidik yang bisa dioperasikan siang dan malam yang ditambahkan pelacak target berpemandu laser atau laser range finder.
Kendati punya kemampuan serbu, Fennec tidak memiliki senjata internal. Sistem persenjataan yang dimiliki Fennec antara lain peluncur roket Forges de Zeebrugge yang sanggup memuat roket kaliber 2,75 inchi (roket FFAR) atau peluncur roket Thales Brandt yang dapat diisi dengan 12 roket kaliber 68 mm, senapan mesin M621 Giat kaliber 20 mm, dan senapan mesin laras ganda FN Herstal kaliber 7,62 mm atau 12,7 mm dalam wadah pod. Sementara untuk mencari target, Fennec masih dilengkapi dengan sistem perangkat pengintai infra merah, kamera canggih pencari sasaran, FLIR (forward looking infra red), radar peringatan dini EWR-99, dan dispenser pengecoh rudal.
Dirunut dari misinya, Fennec memang mirip BO-105 yang jadi helikopter standar TNI Polri, termasuk kemampuan heli ini untuk beroperasi di lautan, Fennec juga dilengkapi landing gear yang bisa difungsikan untuk mendarat di laut. Dengan berbagai kemampuan yang dimiliki, tidak mengherankan jika Fennec terbilang heli ringan yang laris untuk keperluan militer, meski sosoknya jauh dari kesan sangar, tapi nyatanya Fennec telah dibeli oleh 70 negara.
Bicara tentang keterlibatannya dalam operasi tempur, pada 20 Januari 2011, satu unit Fennec milik AL Malaysia (TLDM) ikut ambil peran dalam operasi pembebasan sandera di kapal tanker kimia yang dibajak pera perompak asal Somalia. Dalam misi tersebut, Fennec membawa pasukan komando Paskal yang melakukan misi intai hingga tembakan dari udara ke sasaran perompak. (Sam)

Spesifikasi AS 550 Fennec
Crew: 2
Capacity: 4 passengers
Length: 10.93 m (fuselage length), 12.94 m (overall length)
Height: 3.34 m
Empty weight: 1,220 kg
Max takeoff weight: 2,250 kg
Fuel capacity: 540 liter
Powerplant: 1 × Turbomeca Arriel 2B turboshaft, 632 kW (847 shp)
Main rotor diameter: 10.69 m
Maximum speed: 246 km/h
Range: 648 km
Service ceiling: 5,280 m
Rate of climb: 10.30 m/s


Modelkitnya saya belum punya, sementara beberapa produk pabrikan adalah : 







mokit rakitan modeller by delta two zero heller1-48 :





Kamis, 08 Januari 2015

MANSHU Ki-79 Otsu



Unit: IPSF
Serial: unknown
Known as 'Nishikoren' this was the first aircraft type assembled and flow by the IPSF (Indonesian People's Security Force). Note the mythical Garuda eagle on the fin and rudder which later appeared on the Indonesian State Seal.
Artist: © Richard Ward
Source: "Nakajima Ki.27A-B, Manshu Ki.79A-B in Japanese Army Air Force, Manchuoukuo, IPSF, RACAF, PLAAF & CAF Service" compiled and written by Richard M.Bueschel, Aircam Aviation Series No.18, Osprey Publishing Limited, England. Editional Office: P.O.Box 5, Canterbury, Kent, England



Yudi Supri this airplane is single seater. It means Ki-79A or Ki-79C

Two varian single seater: Ki-79A and Ki-79C.

Two varian double seater: Ki-79B and Ki79D.




http://wp.scn.ru/en/ww2/o/1069/79/0








@Museum Dirgantara Mandala, Yogyakarta

 
 
 
@Museum Satria Mandala, Jakarta by Arawasi

http://www.airliners.net/photo/Indonesia---Air/Mansyu-Ki-79b/0977391/
The Ki-79 advanced trainer was developed from the Ki-27 'Nate' fighter by the Mansyu company in Harbin, Manchukuo (Japanese-controlled Manchuria). At least nine Ki-79s ended up in the early Indonesian Air Force. The type was called Nishikoren by the Indonesians





 War Thunder (Arcade): Ki-27 Otsu - Nimble Nate


MANSYU Ki-79 Otsu (Banteng)


Yudi Supri  setahuku cm ada 3:
01, NK*3*, dan NK-158


Penjelasan dari web RD models  http://old.rsmodels.cz/?link=view&id=92014
While manufacturing the Nakajima Ki-27 fighter under license,in 1942 Manshu undertook redesing of this aircraft as an advanced trainer.The aircraft was built as the Ki-79 a single-seat trainer powered by a 510 hp Hitachi Ha-13a,and the two-seat Ki-79 b with Hitachi Ha 23. By 1943 they were becoming available in quantity,with both models equpping the Sendai and Tachiarai Army Flying Schools and the Tokorozawa Army Aviation Maintenance School.The Ki-79 b model was supplied to the Army Air Academy as well as the Tokyo,Otsu and Oita Army Boys Flying Schools,set up for high scool studens to interest them in becoming pilots for the same 2 Koren aircraft on Kamikaze missions.Other Ki-79 a and Ki-79 b trainers that been sent to Singapore.Java,the lower Philippines and elsewhere in the Japanese occupied zones for additional training of green pilots.In Java and Sumatra local Indonesian forces took over the Japanese arms in theit areas and offered select Japanese pilots the opportunity to help train insurgents in the use Japanese fighters.While the Americans destroyed similar aircraft when they found in Japan,the Russians left them on the airfields in the occupied Manchuria,where they were soon picked up by the Red Army air Force.When the Peoples Liberation Army was officially formed in July 1946 the 2 Koren trainers became the first standart Trainers of the PLAAF,the air force of the communits army.

Characteristics >>
Wingspan: 11,50 m
Lenght: 7,85 m
Height: 3,00 m
Wing area: 18,56 m2
Empty weight: 1300 kg
Ferry range: 920 km

It was probably the only plane designed in China during the war. It was initiated in 1942 by the firm "Mansyu", set in Manchuria, occupied by the Japanese. It was a Nate , built under licence by Mansyu, and redesigned as an advanced trainer. It came out in four variants and remained in production until the end of the war.
Ki-79a First variant of the Ki-79, single-seat and entirely built in metal.
Ki-79b Two-seats variant of the trainer, made of metal as the Ki-79a and powered by the same engine.
Ki-79c Like the Ki-79a, this variant was a single-seat trainer, but it was made of wood and steel (light alloys had become too scarce) and the engine was different (although of the same basic model).
Ki-79d Like the Ki-79a, this variant was a single-seat trainer, but it was made of wood and steel (light alloys had become too scarce) and the engine was different (although of the same basic model).
Ki-27/79 Specification

Ki-27b Ki-79a
Crew 1
Dimensions
Wing span, m 11.31 11.50
Wing area, m2 18.56 18.56
Length, m 7.53 7,85
Height, m 3.28 3.00
Weight, kg
Empty weight 1110 1300
Loaded weight 1547
Powerplant
Hitachi air-cooled radial engine Ha-1b Ha-13 aI
Power, hp 750 510
Performance
Maximum speed km/h 470 340
at altitude, m 3500 3500
Time to level 5m 22s/5000m 10m 24s/5600m
Service ceiling, m 12250
Service range, km 627 920
Service range with added fuel tanks, km 1100
Armament
7,7-mm Type 89 machine guns 2 1

http://www.airpages.ru/eng/jp/ki79.shtml 

Mokitnya sy adalah merk RS Models skala 1:72 dalam kondisi belum dirakit .



 pabrikan mokit diantaranya adalah :





Mokit rakitan sy:

Mokit rakitan modeller (Rahman-museum dirgantara mandala  2015) :
http://www.aircraftresourcecenter.com/Gal14/13501-13600/gal13569-Museum-Sidharta/00.shtm