Sabtu, 06 Januari 2018

AEROBATIC TEAM

Indonesia juga punya Team Aerobatik
berikut kami coba rangkum dari beberapa sumber web ;







1. THE PIONER (Mig-17  P-510)

The Pionir merupakan team aerobatik tertua di Indonesia. TNI AU memiliki tim aerobatik pertama kali tahun 1960an, yang terdiri dari formasi empat pesawat MiG 17, dengan para penerbang :
1. Kolonel / Marsma TNI Roemin Nurjadin "Elang".
2. Letkol Pnb Ibnu Saputro "Scorpion".
3. Mayor Pnb Mannetihius Msidjan.
4. Mayor Pnb Sukardi.
Mereka bergabung dalam "Tim Pionir". Bertindak sebagai leader tim adalah Kolonel / Marsma Roesmin Nurjadin. Tahun 1962 tim ini bertambah jumlahnya menjadi enam pesawat MiG 17 dengan tambahan penerbang Mayor / Letkol Roesman "Hell Cat", Sofyan Hamsyah, saputro dan Hashari Hasanuddin "Bison". Tim ini pun mampu memukau penonton yang menyaksikannya pada peringatan HUT ABRI 5 Oktober dengan aksi jungkir balik udara seperti melakukan manuver manuver roll. loop, immelmann, cuban eight dan bomb burst. 
Sebelum melakukan atraksi dengan MiG 17, sebenarnya para penerbang TNI AU pernah melakukan terbang formasi dengan propeller seperti P-51 Mustang dari Skadron Udara (Skud) 3, dengan penerbang;
1. Kolonel Pnb Leo Wattimena,                     6. Hapid Adiningrat
2. Roesmin Nurjadin,                                     7. Zainalan
3. Dewanto                                                     8. Gunadi
4. Hadi Supandi,                                             9. Hashari
5.Roesman

Namun tim ini belum sempat tampil di muka umum




 dimulai dengan pesawat P-51 Mustang

2   2.  THE SPIRIT 78 (F-86 Sabre)                                                                                                                

S   Setelah the pionir sudah tidak eksis dan indonesia vakum dalam dunia aerobatik selama 10 tahun lamanya, pada tahun 1978 atau pada saat mbah Harto berkuasa, dibentuklah team aerobatik yang baru di Lanud Iswahjudi, dengan menggunakan beberapa pesawat F-86 Sabre, Meskipun para penerbangnya rata - rata memiliki jam terbang dibawah 200 jam dan waktu persiapan / belajar yang hanya 60 hari, tetapi mereka dengan gagah berani alias nekad tampil di depan umum. Belajarnya pun hanya melalui brosur tim aerobatik Jepang, "Blue Impulse", belum ada instruktur. Ketika itu hanya Mayor Pnb Soeyitno yang sudah mengantongi 400-500 jam terbang dan bertindak sebagai leader. Tim ini akhirnya tampil pada HUT ABRI ke 33, pada 5 Oktober 1978. Tujuh rangkaian manuver yang dilakukan oleh enam pesawat F-86 Sabre seperti: wing over, roll in box, closer, calypso pass, roll in trail, loop dan bomb brust. Atraksi - atraksi yang yang begitu menarik dan beresiko ini memukau masyarakat ibukota Jakarta, khususnya atraksi "bomb brust" yang dilakukan oleh lima pesawat F-86 Sabre, dengan formasi menukik sebentar, lalu mengangkat hidung pesawat hingga mendaki tajam lurus keatas. Tim Aerobatik F-86 memang tidak seperti Thunderbirds atau Blue Angels, di mana mereka ditempatkan secara khusus dalam suatu tempat dan satuan tertentu. Para penerbang F-86 pun juga tidak memiliki instruktur khusus dalam menciptakan setiap gerakan formasi. Semuanya berasal dari hasil coba-coba dan dianalisa bersama-sama di bawah. Gerakan pun diketahui dari brosur tim aerobatik Blue Impulse mungkin mereka terisnpirasi dari mad dog dan chuck norris




3.3.  THE SPIRIT 85 (Hawk-53)

Bila orang-orang terkagum-kagum dengan Jupiter Aerobatic Team, rasanya para penerbang JAT perlu berterima kasih pada Spirit 85. Inilah tim aerobatik yang kelak menjadi cikal bakal Jupiter Aerobatic Team (JAT). Tim ini dibentuk dari hanggar Skadron 15 yang berlokasi di Lanud Iswahjudi.Dirintis sejak tahun 1985, para penerbang Skadron 15 memulai latihan dari uji coba kecil-kecilan dan latihan otodidak. Berbagai latihan ini akhirnya membentuk tim aerobatik berisi empat pesawat yang dinamakan Spirit 85.Para penerbangnya adalah Mayor (Pnb) Pieter Wattimena (leader), Mayor (Pnb) Toto Riyanto, Kapten (Pnb) Basri Sidehabi, dan Kapten (Pnb) Ida Bagus Sanubari. Kesemuanya adalah penerbang senior yang merupakan instruktur program Konversi Dasar Taktik Tempur (KDTT). Mereka tampil perdana pada 5 Oktober 1985. Tim aerobatik "Hawk" ini melakukan akrobatik udara selama 12 menit dengan memukau dan kompak. Tim inipun tidak bertahan lama, karena setelah tampil memukau di hari penting TNI AU tersebut, tim aerobatik inipun menghilang. Para personilnya bertugas di tempat yang berbeda - beda. Nama "Spirit 85" menurut salah satu anggota tim, mengambil contoh dari "Spirit 78", tim aerobatik yang menggunakan pesawat F-86 Sabre




4. THE (OLD) JUPITER


Sebelum the jupiters yang ada sekarang dahulu ada the (old) jupiters jugaPada peringatan ke 52 Hari TNI, 5 Oktober 1997 di Lanud Halim Perdanakusuma, Tim aerobatik "Jupiter" muncul pertama kalinya dengan menggunakan enam pesawat MK-53 HS Hawk. Manuver yang dipertunjukan mulai dari delta loop opener, lead on pass, line abreast, loop , mirror, cater pillar, screw roll, right clover leaf, heart, knife edge, roll backs, four point, vertical roll hingga vixen break. Manuver - manuver yang indah tersebut semakin memukau karena disertai asap yang berwarna warni. Mereka tampil dengan memukau penonton dengan meliuk - liuk yang sangat indah dan mendebarkan. Manuver - manuver yang dilakukannya sama dengan sajian yang digelar oleh tim "Red Arrow" pada saat Indonesian Air Show (IAS) tahun 1996 di Bandara Kemayoran Jakarta. Kemudian tim ini kembali menunjukkan kebolehannya melakukan akrobatik udara di Bandung pada HUT Kodikau 15 Oktober 1997. Konon penampilan di Bandung ini menjadi catatan tersendiri, karena belum pernah ada tim aerobatik yang tampil di Bandung. Alasannya antara lain, faktor ketinggian yang banyak berpengaruh terhadap performance, dan faktor cuaca yang sering tidak mendukung acara akrobatikoh iya gan,nama jupiter itu diambil dari sebutan para instruktur skuadron 103 lanud adi suciptosayang team ini vakum pada tahun 2002 dan akhirnya reborn menjadi the jupiters sekarang
 

Jupiter Aerobatic Team (JAT) Hawk-53


1.      5.  THE JUPITER BLUE


Ternyata the jupiters punya banyak sekali keluarga dan salah satunya yaitu jupiter blue,Pada awal tahun 2001, Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Djoko “ Beaver”Poerwoko, mantan anggota tim aerobatic F-86 Sabre “Spirit’78” mempunyai ide menggabungkan keindahan gerak Hawk dan kegarangan F-16. Jadilah tim aerobatic dengan tiga jenis pesawat. Tiga buah Hawk MK-53, sebuah Hawk MK-109 dan dua buah F-16. Hawk 109 didatangkan dari Lanud Pekanbaru sebagai pesawat slot.
Dengan penerbang Letkol Pnb Barhim dan Kapten Pnb Moh.”Cougar” Dadang, sedangkan Leader beralih ke Mayor Pnb Fahru “Ferret” Zaini dengan dua wingman yaitu Kapten Pnb Andis “Lavy” Solikhin dan Mayor Pnb Donny “Osprey” Ermawan. Sedangkan sebagai penerbang solo adalah Mayor Pnb Fachry “Oryx” Adamy dan Kapten Pnb Moh.”jaguar” Hanafi yang dilatih oleh Letkol.Pnb Moh.Syaugi “Wildgeese”.
Cukup menarik, karena sebetulnya filosofi kedua team yang digabung adalah berbeda karena kiblat tim yang dianut berlainan. Campur2 antara F-16, Hawk Mk.53 dan Hawk Mk.109 dalam 1 team aerobatic sebenarnya berbahaya karena karakteristik setiap pesawat yang berbeda. Namun dengan kerja keras selama latihan akhirnya berhasil diwujudkan penampilan pertama yang spektakuler di depan public pada HUT TNI AU di lanud Halim 9 April 2001.





Jupiter Aerobatic Team Kebanggaan Indonesia

1       6. THE BLUE EAGLE
 
Tim Elang Biru muncul pertama kalinya pada peringatan ke-49 HUT TNI AU, pada 9 April 1995 di Halim Perdanakusuma dengan 6 pesawat F-16 Fighting Falcon. Pembentukan tim Elang Biru dilaksanakan setelah terdapat instruksi KASAU saat itu, Marsekal TNI Rilo Pambudi, yang menginginkan tim aerobatik ini muncul pada peringatan Hari ABRI 5 Oktober 1995 dan pada Indonesian Air Show (IAS) 1996. Pelaksanaan latihanpun dilakukan secara bertahap dan otodidak dan latihan formasi 2 pesawat hingga berlanjut menjadi 4 pesawat.
Demi menjalankan instruksi ini, TNI AU mendatangkan pelatih yang merupakan pakar aerobatik “Thunder Bird” dari Amerika serikat; Kolonel Steve Trent(komandan tim Thunderbirds 1988-1990), Mayor Pieter Mc Caffrey dan Kapten Mathew E.Bryd.
Tim Elang Biru ini kemudian menjelma menjadi tim aerobatik kebanggaan TNI Angkatan Udara karena memiliki kemampuan yang dapat disejajarkan dengan beberapa tim aerobatik kelas dunia seperti tim Red Arrow (Inggris), Roulette (Australia), dan Golden Dreams (Inggris).Dengan program pelatihan ini, maka kemampuan para penerbang menjadi semakin baik. Selanjutnya, Tim Elang Biru membentuk formasi enam pesawat. Anggota tim Elang Biru adalah Letkol (Pnb) Rodi Suprasodjo (leader), Mayor (Pnb) Bambang Samoedro, Mayor (Pnb) Agus Supriyatna, Mayor (Pnb) M Syaugi, Kapten (Pnb) Anang Nurhadi Susilo, dan Kapten (Pnb) Tatang Herliyansah





Elang Biru (F-16)



7. THE THUNDERS

Tim Aerobatik Thunder merupakan tim aerobatik terbaru yang dimiliki oleh TNI AU atas prakarsa KASAU Marsekal TNI Imam Sufaat. Tim dibentuk pada tanggal 28 Februari 2011 di pangkalan udara Sultan Hasanuddin – Makasar yang terdiri dari 3 pesawat Sukhoi (Su-27/30). Tim yang dikendalikan langsung oleh Flight Director Komandan Pangkalan TNI AU Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama TNI Agus Supriatna diawaki oleh the “Thunders”, sebutan bagi penerbang Skadron Udara 11 yang sampai saat ini telah mencapai urutan ke-146.



Thunder Aerobatic Team (Su27-30)

8. GOLDEN EAGLE (T-50)
Tim ini tidak berlangsung lama, sempat terjadi korban salah satu anggota tim nya saat melakukan manuver, pada tahun 2018 marking pesawat dihapus.

Golden Eagle (T-50)


9. JUPITER AEROBATIC TEAM




Jupiter Aerobatic Team (JAT) KT-1 Wong Be


10. THE DYNAMIC PEGASUS
 
kata siapa aerobatik harus pakek pesawat?, kali ini ada The dynamic pegasus team aerobatic helicopter yang masih eksis dari dulu ampe sekarangDynamic Pegasus Aerobatic Team merupakan salah satu tim aerobatik kebanggaan TNI Angkatan Udara. Di Asia Tenggara, inilah tim aerobatik pertama dan satu-satunya yang menggunakan pesawat rotary wing alias helikopter. Sejauh ini, baru ada ada dua tim aerobatik yang mahir dan populer menggunakan helikopter. Kedua tim tersebut adalah ”Patrulla” dari Spanyol dan ”Sarang” dari India.

Dynamic Pegasus Aerobatic Team berada di bawah pembinaan Skadron Udara 7. Untuk sekedar info, Skadro Udara 7 terletak di Lanud Suryadarma, Subang, Jawa Barat. Ketika tampil, mereka menggunakan helikopter jenis EC-120 B Colibri buatan Perancis



 Dynamic Pegasus  (Colibri)

11. THE PITTS AEROBATIC (CIVILLIAN)

Adakah team aerobatik indonesia yang sipil? sepengetahuan ts sih belum ada team aerobatik sipil di indonesia,walaupun di indonesia terdapat beberapa komunitas pesawat seperti asia aero flying, tetapi belum ada suatu komunitas/team yang benar2 di peruntukkan untuk aerobatik, tetapi ada orang sipil(walaupun dahulunya ia adalah perwira tni au)yang melakukan aksi2 aerobatik dia adalah bapak Marsekal Madya(purn) Eris Heryanto, bapak Eris Heryanto yang merupakan anggota asia aero flying melakukan aksi2 aerobatik yang mengagumkan dengan menggunakan pesawat aerobatik berjenis PITTS berikut adalah aksi bapak erris dalam video berikut, dan hebatnya lagi bapak erris ini sudah berumur kepala 6 tetapi masih lincah dalam mengendalikn pesawat!




Pitts Aerobatic Eris Heryanto

Rabu, 20 Desember 2017

HAWKER HUNTER F-4









 






saat akan dibawa ke Lanud Abdulrahman Saleh Malang


posisi terakhir di depan Koopsau Biak, Papua
by Wempy Tirta


saat tiba di Lanud Abdulrahman Saleh Malang untuk restorasi
 


 

 by SamsUdin Putranto Hanafi @Malang
kondisi siap diberangkatkan ke Muspurdirla

by JaniSari






Hawker Hunter F4 Royal Netherlands Air Force Walkaround Video. DJI Osmo Pocket.








HAWKER HUNTER F-4

Pesawat ini sebenarnya bukan pesawat inpentarisnya TNI-AU, tetapi pada tahun 1962 saat Belanda masih di Papua khususnya Lanud Biak, pesawat inilah yang menjadi tandingan pesawat-pesawat TNI-AU dalam rangka pembebasan Irian Jaya. Kebetulan masih tersisa satu di Lanud Manuhua-Biak, maka untuk melengkapi koleksi Museum Pusat Dirgantara Mandala Yogyakarta (Muspusdirla) itulah pesawat ini dipindahkan. Sama "kasus'nya dengan pesawat Zero Kamikaze Jepang dan Boeing PT-17 yang sudah berada di Muspusdirla terlebih dahulu

TNI AU Putuskan Restorasi Hawker Hunter Eks AU Belanda  Jum'at, 22-12-2017 TSM-
Beberapa saat yang lalu, admin pernah menurunkan tulisan mengenai kisah monumen pesawat tempur Hawker Hunter ‘rahasia’ di halaman pangkalan udara TNI AU Biak, yang sebenarnya merupakan eks Angkatan Udara Kerajaan Belanda.
Detasemen jet tempur Hawker Hunter AU Kerajaan Belanda tersebut ditugaskan ke pangkalan udara Mokmer, Biak, untuk mencegah pasukan Republik Indonesia melancarkan operasi militer atas Papua Barat, yang tak mau diserahkan Belanda ke pangkuan Ibu Pertiwi. Andai pecah perang, jet tempur Belanda tersebut akan berhadapan dengan MiG-17 dan MiG-21 TNI AU.
Admin di akhir tulisan menyarankan agar jet tempur Hawker Hunter tersebut dievakuasi dan direstorasi karena pernah menjadi bagian sejarah operasi militer Trikora, walaupun ada di pihak yang berseberangan. Nah entah apakah tulisan admin dibaca oleh TNI AU, atau memang hanya kebetulan belaka, ternyata kemudian terbetik kabar bahwa TNI AU kemudian memang mengevakuasi monumen tersebut dengan cara melepasnya satu-persatu.
Kepala Staf Angkatan Udara yang kemudian dipromosikan menjadi Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, memang dikenal sebagai seorang Perwira tinggi TNI yang sangat peduli terhadap sejarah. Sepanjang pengabdiannya sebagai KSAU, berbagai pesawat bersejarah TNI AU seperti Cureng, A-4 Skyhawk, dan bahkan C-130 Hercules direstorasi sesuai kondisi asli dan dipamerkan di museum, seperti diberitakan Detik dan Kompas (29/9) dengan bantuan masyarakat sipil penggemar dirgantara.
Hawker Hunter F.Mk.4 tersebut dievakuasi ke Depohar 30 Malang, dimana para prajurit dari Skadron Teknik 044 akan berupaya memperbaiki kembali ke kondisi aslinya. Begitupun, kondisi pesawat dengan nomor registrasi 112 tersebut dalam kondisi yang tidak sempurna. Berpuluh tahun dibiarkan di udara terbuka yang lembab, diterpa panas dan hujan berganti membuat banyak komponen kena korosi atau hilang. Apalagi pesawat tersebut aslinya juga mengalami kerusakan akibat pendaratan yang tidak sempurna.. (Aryo Nugroho)
Posted : RC/TSM/https://c.uctalks.ucweb.com/…/5b06b80848d544f1bc567558ff4e8…
 http://militermeter.com/tni-au-lakukan-restorasi-hawker-hunter-eks-au-belanda/
 http://www.indomiliter.com/hawker-hunter-f4-jadi-koleksi-museum-dirgantara-mandala/
http://militermeter.com/pesawat-hawk-hunter-milik-belanda-jadi-koleksi-museum-dirgantara-2/


 Spesifikasi Hawker Hunter F4
– Engine: Rolls Royce Avon 115
– Power: 8,000lb (3.628 kg) thrust
– Crew: 1
– Wing span: 10,26 meter
– Length: 14 meter
– Height: 4,01 meter
– Empty Weight: 6.045 kg
– Maximum Weight: 8.935 kg
– Max Speed: 1.105 km per jam
– Service Ceiling: 15.240 meter
– Range: 2.655 km without tanks
– Armament: Four 30mm Aden cannons
– Bomb-load: 907 kg carried externally

 Om Janisari membagikan ceritanya sbb
Jadi ini adalah bagian dari skuadron Hawker Hunter militer Belanda yg disiapkan di lapter Mokmer Biak (sekarang lanud Manuhua) utk menghadapi kekuatan Indonesia saat Operasi Trikora.
Pada bulan Agt 1962, salah satu pesawat tsb mengalami kerusakan saat terbang dan mendarat darurat dalam kondisi rusak parah di pinggir landasan Mokmer.
Pada saat Belanda angkat kaki, kokpit pesawat tsb dibakar Belanda agar avionik2 sensitif tdk jatuh ke tangan Indonesia...Sempat teronggok jadi bangkai dan lalu dijadikan monumen di lanud Manuhua, sebelum direstorasi dan menjadi penghuni Museum Dirgantara Jogja. Saat ini sedang dalam proses instalasi.

Om SamsUdin Putranto Hanafi punya cerita sbb

Hawker itu dibangun seperti  mock up .. ejection seat dari ex hawk MK53 ..panel instrumen kita bikin pakai plat alumunium yang ditambahi replika indikator2.. Kanopi buatan depohar 10 bandung. Droptank modifikasi dari droptank hawk mk 53..Strut landing gear lupa saya kayak e bekas nya A4 skyhawk.. Kenapa ga pake onderdil asli? harganya ngga ada yang masuk akal.. Yang berani beli cuman kolektor.Pesawat ini guede banget sampe dibawa 2 sortie hercules

L/g asli bawaan hunter.. Wheel. Pakai A-4 skyhawk sama hawk MK. 53,droptank,ejection seat pakai ex MK. 53 yg dimodifikasi..kanopy bikin di pengrajin di bandung. Total hampir 4 bulan lebih kita dulu ngerjain hunter ini


sortie pertama bagian depan
sortie kedua
kalau lihat foto yg diatas itu ketawa2 sendiri saya.. Dulu herky yang bawa dia itu jaman trikora pesawat yang dicari2 hawker hunter.. Sekarang tanpa dendam si herky bawa hawker hunter buat direstorasi..


Mokitnya boleh dipilih dari beberapa pabrikan sebagai berikut ;


 







beberapa rakitan modeller manca negara ;