Kamis, 28 September 2017

BEECHCRAFT 1900 D






Beechcraft 1900 D

Pesawat ini terlihat di Indonesia digunakan juga oleh Kepolisian Republik Indonesia 



Specifikasi (Beechcraft 1900D)

Ciri-ciri umum
  • Kru: 1 (2 untuk operasi maskapai)
  • Kapasitas: 19 penumpang
  • Panjang: 57 ft 8 in (17.62 m)
  • Rentang sayap: 57 ft 9 in (17.64 m)
  • Tinggi: 15 ft 5 in (4.72 m)
  • Berat kosong: 10,434 lb (4,732 kg)
  • Berat berguna: 6,356 lb (2,882 kg)
  • Berat maksimum saat lepas landas: 17,120 lb (7,764 kg)
  • Mesin: 2 × Pratt & Whitney Canada PT6A-67D turboprop, 1.279 tenaga kuda (955 kW) masing-masing
Kinerja
  • Laju jelajah: 280 knots @ 20,000 ft (518 km/h @ 6,100 m)
  • Jangkauan: 707 km dengan muatan 19 penumpang (439 mi)
  • Ferry range: 2,306 km (1,432 mi)
  • Langit-langit batas: 25,000 ft (7,620 m)
  • Laju tanjak: 2,615 ft/min 
  •  
  •                                                                                                              
Pabrikan Mokit






Minggu, 24 September 2017

T-50













KAI FA-50 Kandidat Kuat Pengganti Hawk 109/209 TNI AU

https://jakartagreater.com/kai-fa-50-kandidat-kuat-pengganti-hawk-109209-tni-au/

Indonesia dikabarkan berencana membeli Pesawat tempur FA-50 dari produsen pesawat KAI asal Korea Selatan untuk menggantikan Hawk 109/209 milik TNI AU. Sebelumnya, gaung penggantian armada tempur Hawk 109/209 ini hampir tidak terdengar di kalayak media, bahkan pada gelaran dirgantara Singapura Airshow, tepatnya 16 Februari 2016 lalu dilakukan kesepakatan upgrade RWR Finmeccanica SIER untuk meningkatkan kemampuan Hawk TNI AU.
santernya informasi penggantian Hawk 109/209 milik TNI AU, diperoleh dari data list daftar belanja alutsista 2016 – 2019. Tidak tanggung-tanggung Pemerintah RI mengalokasikan pengadaan 12 unit FA-50 buatan Korea Aerospace Industries (KAI) untuk memperkuat pertahanan wilayah udara Nusantara.
Kandidat FA-50 sebagai pengganti Hawk di barisan pertahanan udara RI dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor usia dan faktor Joint Program KF-X / IF-X Korea Selatan – Indonesia.
Dari faktor usia, Hawk TNI AU tiba di Indonesia pada tahun 1997 dalam kondisi baru. Jika dihitung usianya, maka usia pakai Hawk di Indonesia sudah mencapai 19 tahun. Namun perlu di ingat penggantian pesawat bukan berdasarkan usia tetapi jam terbang.

Faktor kedua adalah kejasama prestisius Joint Program KF-X/IF-X Korea Selatan – Indonesia. Dasar pertimbangnya adalah sama ketika Indonesia memutuskan membeli T-50 atau TA-50 yang juga dipengaruhi oleh faktor tersebut.
Pesawat tempur FA-50 produksi Korea selatan adalah varian yang paling canggih dari keluarga T-50. Pesawat tempur ini didesain berdasarkan platform Jet Trainer T-50 yang ditawarkan sebagai pesawat serang ringan yang canggih dan efisien dengan harga yang terjangkau.
FA-50 memiliki panjang 13.14m, lebar 9.45m dan tinggi 4.82m. Berat kosong pesawat adalah 6.47 ton. Pesawat ini dapat lepas landas dengan berat kotor maksimum 12.3ton.
Pada awalnya FA-50 dilengkapi dengan Radar Lockheed Martin APG-67. Namun dengan literasi saat ini FA-50 telah dilengkapi dengan Radar Elta Systems EL/M-2032 pulse Doppler.


Dengan jangkauan lebih dari 60 mil, EL/M-2032 mampu mendukung senjata dengan kemampuan BVR. Di masa mendatang Upgrade FA-50 dapat menggunakan radar AESA EL/M-2052, yang akan memberikan kemampuan pesawat jauh lebih baik.
Kokpit tandem FA-50 dapat membawa dua awak. Kokpit dilengkapi dengan head up display layar lebar (HUD), Display warna multifungsi (MFDs), instrument mesin digital, Hands On Throttle and Stick (HOTAS), kontrol atas depan terintegrasi dan kursi ejeksi zero-zero, sistem kontrol penerbangan digital fly-by-wire, tongkat aktif, daya listrik cadangan, break by wire digital dan triple redundant electrical system. Kokpit juga mengintegrasikan Oksigen On Board Generation Systems (OBOGS), dengan fitur Night Vision Imaging System (NVIS) memungkinkan pesawat menjalankan misi pada siang dan malam hari.


Sedangkan avionik terdiri dari Inertial Navigation System/Global Positioning System (INS/GPS), komputer misi terintegrasi, identifikasi teman atau musuh (IFF), radar altimeter, radar multimode, store management system, radio UHF/VHF, data link taktis Link 16, sistem transfer data dan rekaman, Radar Warning Receiver (RWR) dan Counter Measure Dispensing System (CMDS).
Pesawat FA-50 dapat membawa beban senjata hingga 4,5 ton (9,920lb). Pesawat ini dapat dipersenjatai dengan rudal udara ke udara jarak pendek AIM-9 Sidewinder, rudal taktis udara ke darat AGM-65 Maverick (AGM), bom GBU-38 / B Joint Direct Attack (JDAM), CBU- 105 Senjata Sensor Fused (SFW), bom Mk-82 Low Drag General Purpose (LDGP) dan Bom Cluster (CBU). FA-50 juga dilengkapi dengan Gatling gun tiga laras 20mm dan LAU-3/A tabung19 roket 2,75mm Folding Fin Aerial Rockets (FFAR).


Mengingat bahwa EL/M-2032 sudah bisa mendukung rudal buatan Israel Derby BVR, tidak ada alasan untuk meragukan bahwa FA-50 tidak bisa menambahkan senjata lain pada sayapnya seperti rudal Python 5 high-off boresight. Itu berarti bahwa FA-50 juga mampu membawa Rafael Litening II targeting pod.
FA-50 ditenagai mesin General Electric F404-GE-102 turbofan dengan daya dorong 17,700lbf dengan afterburner memaksimalkan kecepatan pesawat hingga 1,837.5km/ jam (1,5 Mach). Kinerja mesin dikendalikan oleh sistem dual channel Full Authority Digital Engine Control (FADEC). Pesawat dapat membawa 568L bahan bakar tambahan dalam tangki eksternal.
 Jika rencana mengakuisisi FA-50 itu benar akan diwujudkan, maka Indonesia menjadi negara kedua pemakai FA-50 setelah Filipina. Filipina diketahui telah melakukan order pembelian 12 unit FA-50 senilai US$450 juta. Lepas dari FA-50, kabar baiknya Kemhan akan melengkapi T-50I Golden Eagle TNI AU dengan sistem radar berikut suku cadangnya. (marksman/ sumber : angkasa dan wikipedia.edu)

Perbedaan FA-50 dengan T-50i






T-50, 인도네시아로 `수출 비행`_2013년 9월 10일

And the last, back to the main point. Tujuan dari mengubah T-50 menjadi FA-50 adalah untuk meningkatkan kemampuan tempur TNI AU, dan sepertinya akan di plot sebagai mesin ronda terdepan penjaga langit nusantara bersama F-16 Block 52id. Sedangkan Su-35, Su-27, Su-30, Su-34 dan Rafale akan di plot sebagai mesin tempur utama menanti lawan yang sepadan.
 Perbedaan T-50i dengan FA-50 tentu saja terletak di sistem avionik, radar, dan kemampuan persenjataan yang mampu di embannya. Perubahan agar menjadi FA-50 sejati diantaranya mengganti radar dengan daya endus lebih luas. Mampu membawa persenjataan dari Barat (sidewinder), Rusia (KH series, R series) , lokal (P series) dan mungkin Rudal Petir V-101 nya PT Pindad. Jika ini terjadi, alamak FA-50 hasil oprekan TNI AU ini bakal lebih digdaya ketimbang FA-50 orisinalnya. Luar biasa.

Sabtu, 03 Juni 2017

Dauphin AS 365






dauphin  HR-3602 basarnas crash dieng 1jul17 by gatot widjoseno











pabrikan mokit ;
https://www.scalemates.com/search.php?fkSECTION%5B%5D=Kits&q=Eurocopter+AS365+Dauphin+AS.565*







mokit saya Trumpetter 1:48
kondisi belum dirakit




Sabtu, 29 April 2017

Livery pesawat TNI-AU

Sekilas penjelasan Livery pesawat TNI-AU

nambahin sekedar info saja buat yg belumnyimak military aircraft livery,..

setiap Livery pada military aicraft itu tentu ada maksud dan tujuannya (mission)
- baik dimasa damai,
- maupun buat mission khusus
- atau bahkan dimasa perang

Kegunaanpun turut andil ambil bagian (utility)
- reconaisance
- air command
- tactical airlift
- air patrol
- air transport (VVIP or VIP or General)

nah kalau lihat Fixed Wing military aircraft khususnya Indonesian Airforce,...sebagai misal untuk CN235,..atau C130,..

jika anda perhatikan di vertical fin ada #warna #kuning membentuk huruf kapital #A itu utilisasinya untuk #Angkut,..pada masa daily operation damai,,

                                                                   


Lalu,.. ada juga livery yg di vertical fin itu hanya ada
#garis #horizontal #kuning #tebal,..
itu utilisasinya untuk #Air #Transport #VVIP atau #VIP,..pada masa daily operation damai,,


 


namun apa dipastikan definitely demikian,..? belum tentu juga,..(namanya juga military kan boleh dong "kamuflase",..) yaa,..ada yg punya livery seperti itu,.. #garis #horizontal #kuning #tebal,.. (misal 737-200 squadron 5 HND) karena itu dicabinnya dilengkapi dengan radar pengamat/pengintai SLAMER) maka pswt tsb merupakan fungsi rangkap
- bisa sebagai transport VIP (petinggi chain command Airforce)
- sebagai reconnaisance (dgn under cover sbg vip transport)
- juga merangkap air patrol dimasa perang (dgn under cover sbg vip transport)




nah,..bagaimana livery yg lain,...? singkatnya
- all #grey #color,...bisa saja sebagai #air #command atau #air #patrol,..

                   
                                                                
- all in #cammo #color (loreng) atau malah #polos #hijau (plain green),...bisa saja sebagai #tactical #airlift


seperti itu,...and of course CMIIW :D Yon Karyono

Kamis, 27 April 2017

PROFIL LANUD TNI



Video Profil Lanud Sultan Iskandar Muda - Aceh

LANUD RUSMIN NURYADIN - Pakanbaru


 Filer Lanud Halim perdanakusuma 2019 - Jakarta

 
 LANUD ATANG SENJAYA - Bogor

Berkunjung ke Pangkalan Udara / Lanud Pondok CabeNaik
 Helikopter Belajar Pesawat & Helikopter - Tangsel

 Uji Coba Pesawat Nir Awak Buatan Anak Negeri Lanud Rumpin



 Mengenal Lebih Dekat Lanud Sulaiman, Kabupaten Bandung

 
LANUD SURYADARMA

 PROFIL LANUD HUSEIN SASTRANEGARA

 LANUD ISWAHYUDI

LANUD ADISUMARMO



profil lanud adi.flv

 Lanud ahmad yani

 MILITER O CHANNEL TV EPS PROFIL LANUD ABD. SALEH

LANUD SUPADIO



LANUD LEO WATIMENA

LANUD MANUHUA



Jumat, 31 Maret 2017

Agusta Westland 139




@Lanud Atang Sanjaya 16 Apr 17




Yuk, intip proses perakitan helikopter canggih AW139 milik BASARNAS




AGUSTA WESTLAND  AW-139
 Medan, R88 - Badan SAR Nasional (Basarnas) menempatkan satu unit helikopter terbaru jenis AW 19 di Sumatera Utara, Selasa ( 10/01). Penempatan helikopter di Lanud Suwondo ini, sebagai upaya aksi cepat tanggap bencana alam atau peristiwa di beberapa wilayah khususnya Sumatera.

"Agar lebih efisien mengevakuasi korban," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya F Henry Bambang Sulistyo, di Apron Lanud Soewondo TNI AU, Medan.

Bambang mengatakan helikopter ini akan mencakup kegiatan SAR dan misi kemanusiaan lainnya di enam provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau, dan Kepulauan Riau.

"Dalam misi penyelamatan, helikopter menjadi bagian penting untuk mempersingkat respon time dan mengefisienkan jam terbang, jika berkaca pada sejumlah bencana di Aceh, butuh waktu lama saat ingin mendatangkan helikopter. Ini karena helikopternya diparkir di Jakarta dan Surabaya," jelasnya.

"Atas berbagai pertimbangan ini, maka kita putuskan menempatkan satu helikopter di Sumatera Utara," ujarnya.

Selain di Medan, Basarnas juga akan menempatkan helikopter di beberapa daerah, seperti Kupang, Balikpapan, dan Biak. Helikopter itu akan menggantikan helikopter jenis Bolco


mokitnya belum ditemukan pabrikan yang membuat, jika membuat dari heli sejenis lain juga belum ditemukan yang mirip

Jumat, 24 Maret 2017

BELL-429



 by http://angkasa.grid.id/info/penerbangan/ini-dia-sosok-bell-429-pesanan-polri/


 https://www.flickr.com/photos/jamesronayne1987/32310853295

 



Aswin Mochamad

                        Penampakan helikopter mendarat Di Lapangan Jetak Purwantoro




BELL 429








BELL- 429 Global Ranger

Bell Textron Canada mengumumkan, Kepolisian RI memesan helikopter Bell 429 sebanyak dua unit. Penandatanganan kontraknya dilakukan pada ajang Asian Aerospace 2016 di Singapura. Dengan wilayah Indonesia yang sangat luas, Polri tentu membutuhkan helikopter untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sulit dan terpencil.

Bell 429 Global Ranger adalah generasi penerus dari lini Jet Ranger. Keluarga Jet Ranger mulai terkenal sejak era Bell 206 pada dekade 1960-an. Polri sendiri juga sudah pernah menggunakan Bell 206. Sosoknya kini diabadikan sebagai monumen di Museum Polri, Jakarta Selatan. Bell 429 sendiri awalnya dibuat sebagai proyek bersama antara Bell Canada dan Korea Aerospace Industries dan Mitsui Busan untuk menjawab kebutuhan pasar EMS (Emergency Medical Services).

Bell 429 Global Ranger ditenagai oleh mesin P&W Canada PW207D1 turboshaft yang penggerakkan empat bilah baling-baling. Mesin ini dapat membawa helikopter terbang dengan kecepatan maksimal 287km/jam serta jarak jelajah mencapai 722km. Kabinnya sangat lapang dan juga dilengkapi dengan pintu kargo alias clamshell door, yang dapat digunakan untuk mengevakuasi personil yang terluka di atas tandu. Kemampuan ini serupa dengan kemampuan NBO-105 yang juga dimiliki Polri. Selain kabin yang didesain lebih lapang, Bell 429 juga memperkenalkan fitur glass cockpit. Panel avioniknya sudah dilengkapi panel multifungsi sebanyak tiga buah ukuran besar dan dua buah ukuran yang lebih kecil. Sistem autopilotnya sudah mengadopsi model tiga sumbu untuk memudahkan pengoperasian. Walaupun awalnya didesain untuk helikopter medis, pada kenyataannya Bell 429 justru laris manis di tangan pengguna militer. AL Kanada mengoperasikan Bell 429 untuk tugas liaison di atas kapal perang, Kanada selaku negara tempat Bell bernaung mengoperasikan 15 unit untuk sebagai pantainya. Kepolisian Turki, Swedia, dan sejumlah negara bagian di AS juga mempercayakan Bell 429 untuk patroli.

Bell 429 yang dibeli oleh Polri juga dilengkapi dengan perangkat pengendalian massa berupa loudspeaker berdaya tinggi buatan AEM (Anodyne Electronics Manufacturing). Pengeras suara ini menjangkau permukaan secara terfokus, sehingga mampu digunakan untuk mengendalikan massa yang berunjukrasa. Soal kelir, dapat dilihat bahwa Bell 429 yang dijepret di Kanada ini mengadopsi warna standar helikopter Polri dengan warna putih-biru dengan garis merah jingga.
Author: Aryo Nugroho

ANGKASAREVIEW.COM – Sayap penerbangan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yaitu Direktorat Kepolisian Udara (Ditpoludara) saat ini diperkuat oleh 11 unit pesawat sayap tetap dari berbagai jenis termasuk sebuah CN295 yang baru saja diterima pada Jumat, (7/9/2018). Sementara untuk helikopter jumlahnya lebih banyak lagi, yakni mencapai 48 unit.
Sobat AR, armada helikopter Ditpoludara diperkuat oleh beragam tipe mulai dari
15 unit heli NBO-105 garapan PTDI,
18 unit Enstrom 480B,
8 unit Mi-2,
3 unit AS365 Dauphin,
1 unit Bell-206,
1 unit NBell-412 serta
3 unit Bell-429.koleksi terbaru

Berkisah mengenai heli terbaru Bell-429,  penandatanganan pengadaan heli ini dilakukan saat berlangsungnya pameran kedirgantaraan Singapore Airshow pada Februari 2016. Bell-429 dihadirkan untuk mengganti NBO-105 secara bertahap mengingat usia heli produksi PTDI tersebut semakin menua.
Tepat pada peringatan HUT ke-67 Korps Polairud pada 5 Desember 2017, dua unit Bell-429 resmi diserahterimakan oleh vendor PT Multi Pasific California ke Ditpoludara di Mako Ditpoludara Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten.
Heli yang dinamai GlobalRanger ini dibangun berdasarkan heli ringan Bell-427. Untuk menekan biaya pengembangan, Bell Helicopter tetap mempertahankan mesin dan sebagian komponen Bell-427. Bedanya heli ini menggunakan bilah rotor baru dan menerapkan glass cockpit yang lebih canggih.
Atas banyak permintaan dari industri layanan medis darurat (EMS), bodi Bell-429 didesain lebih lebar dibanding  Bell-427 agar dapat menampung sebuah tandu di dalamnya. Bagian buritan juga dibuatkan pintu model cangkang kerang untuk jalan masuk dan keluar tandu pasien.
Mengenai spesifikasinya Sobat AR, Bell-429 cukup dioperasikan oleh seorang pilot plus awak kabin untuk mengakomodasi enam orang. Volume kabinnya cukup luas yakni 5,8 m kubik, sedangkan dimensinya memiliki panjang 12,70 m, tinggi, 4,04 m dan diameter rotor 10,97 m.

 Spesifikasi Bell 429
– Crew: 1 pilot
– Capacity: 7 passengers (six in passenger compartment; one beside pilot)
– Length: 12,7 meter
– Rotor diameter: 10,97 meter
– Height: 4,04 meter
– Empty weight: 1.925 kg
– Useful load: .,250 kg
– Max. takeoff weight: 3.175 kg
– Powerplant: 2 × Pratt & Whitney Canada PW207D1 turboshaft, 625 shp
– Max speed: 287 km/h
– Cruise speed: 273 km/h
– Range: 722 km
– Service ceiling: 6.096 meter
– Fuel capacity: 821 liter

Mokitnya..belum ketemu pabrikan yang bikin