Senin, 06 April 2015

Sukhoi Su-35






























AMERIKA PANAS !! MESKI DITENGAH ANCAMAN, RUSIA NEKAT KIRIM 11 UNIT JET TEMPUR SU-35 KE INDONESIA


SUKHOI Su-35

Sebuah proses yang cukup melelahkan sejak tahun 2015 akhirnya ada berita sbb;

Indonesia Pastikan Beli 11 Unit Jet Tempur Sukhoi Su-35 Kamis,27-07-2017
Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu memastikan bahwa sebelas unit jet tempur Sukhoi Su-35 akan didatangkan dari Rusia. Pembelian ini telah dinegosiasikan sejak dua tahun lalu dengan pemerintah Rusia.Pemerintah Indonesia memastikan akan memperkuat pertahanan udaranya dengan membeli sebelas unit jet tempur Sukhoi Su-35 buatan Rusia. Jumlah tersebut lebih banyak dari yang sebelumnya direncanakan, yaitu delapan unit.“Tadi membahas pembelian Sukhoi, (keputusan) sudah final. Setelah itu, kami akan membeli drone (pesawat tak berawak). Selain itu, kami juga membahas masalah regulasi siber,” kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Istana Kepresidenan di Jakarta, Rabu (26/7), seperti yang diberitakan Antara.
Menurut Ryamizard, pembelian Su-35 ini telah dinegosiasikan sejak dua tahun lalu dengan pemerintah Rusia. “Membeli Sukhoi tidak seperti membeli kacang goreng. Kami memesan pesawat itu melalui berbagai tahapan, lalu berkoordinasi dengan presiden. Kami bolak-balik bernegosiasi. Saya pun ke sana (Rusia). Kami pesan, (pesawat) itu dibuat — tidak mudah membuatnya; lama,” ujarnya, seperti yang dikutip SINDOnews.
Menurut Ryamizard, pembelian pesawat tempur tersebut menggunakan mekanisme imbal dagang antara Indonesia dan Rusia. “Iya, 50 persen offset termasuk membangun pabrik untuk pemeliharaan sendiri — daripada bolak-balik ke sana (Rusia), biayanya mahal,“ jelasnya.
Keberadaan pabrik Sukhoi di Indonesia, kata Ryamizard, akan memberikan keuntungan tersendiri karena negara-negara tetangga yang menggunakan Sukhoi, seperti Malaysia dan Vietnam, akan membeli suku cadang dari pabrik di Indonesia. “Jadi, (negara) yang punya Sukhoi, seperti Malaysia dan Vietnam, perbaikannya akan di sini,” ungkapnya.
Selain itu, terkait rencana pembelian drone, Ryamizard menjelaskan pemerintah sedang mencari pesawat tanpa awak yang berkualitas dengan biaya yang terjangkau. Aspek transfer teknologi juga menjadi salah satu pertimbangan demi meningkatkan kemandirian industri pertahanan dalam negeri, kata menhan RI.
“Cukup beli sedikit, nanti kita kembangkan. Besok, saya akan minta (perwakilan) pabrik drone datang. Kami akan menguji coba mana yang bagus,” jelas Ryamizard.
sumber : https://indonesia.rbth.com/…/indonesia-pastikan-beli-11-uni…

 Ada pertanyaan sederhana yang mengganjal bagi kebanyakan orang awam yaitu ; apa sih bedanya Su-35 dengan Su-27 yang dipakai sebagai cikal bakalnya. Berikut jawabannya;
gambar atas adalah Su-35, gambar bawah Su-27
 Dan untuk membedakan keduanya ada beberapa ciri dan desain khusus yang bisa kita jadikan patokan secara mudah.
  1. Yang termudah adalah pada roda pendarat didepan. Su-27 menggunakan satu roda pendarat didepan, sedangkan Su-35 menggunakan roda pendarat double, terutama untuk mengakomodir beban radar, avionic dan persenjataan yang lebih berat.
  2. Bentuk kedua hidung pesawat tempur sedikit berbeda. Pada Su-27 cenderung besar untuk mengkomodir radar N001 VEP yang besar. Berbeda dengan Su-35 yang berdesain hidung lebih tajam dan lancip.
  3. Perbedaan lainnya pada probe pengisian bahan bakar. Su-35 dilengkapi probe pengisian disamping kiri kokpit, sedangkan pada Su-27 sebagian besar tidak dilengkapi probe pengisian bahan bakar. Hanya pada beberapa tipe sepeti Su-27 Indonesia produksi pabrikan KNAAPO yang sudah dilengkapi dengan perangkat tersebut.
  4. Perbedaan lainnya pada perangkat IRST (infra-red search and tracking). Su-27 menggunakan IRST tepat di center depan kokpit pilot, berbeda dengan Su-35 yang menggunakan IRST sedikit disisi kanan kokpit.
  5. Perbedaan lainnya terlihat disisi kanan dan kiri kokpit Su-27 yang dilengkapi antena avionic yang terlihat menonjol, hal tersebut tidak ditemukan pada Su-35 yang berdesain mulus dengan desain antenna yang mungil.
  6. Perbedaan lainnya pada desain punggung atas Su-27 yang terlihat lebih menonjol dibandingkan dengan Su-35 yang memiliki bentuk punggung yang ramping.
  7. Perbedaan lainnya bisa dilihat pada tonjolan ekor diatas knalpot mesin kedua pesawat yang berbeda. Pada Su-27 terlihat adanya tambahan tonjolan disamping kanan dan kiri, sedangkan pada Su-35 terlihat mulus dengan hanya ada tonjolan kecil.
http://pustakadigitalindonesia.blogspot.co.id/2017/02/7-perbedaan-su-35-dan-su-27-flanker.html

dan jika ada lagi pertanyaan khalayak awam mengapa pilih Su-35 silahkan membaca di web ini ;
 https://indonesia.rbth.com/technology/2015/05/13/mengapa_angkatan_udara_indonesia_inginkan_su-35_27803 


 https://jakartagreater.com/rostec-pesawat-tempur-su-35-akan-dikirim-ke-indonesia/  


Moskow – Kontrak untuk pengiriman jet tempur Su-35 Rusia ke Indonesia telah disepakati, ujar konglomerasi industri dan pertahanan milik negara Rusia, Rostec, pada hari Selasa, 6/6/2017.“Kontrak untuk pengiriman Su-35 ke Indonesia telah disepakati dan akan ditandatangani tahun ini,” tulis kantor berita TASS mengutip pernyataan Viktor Kladov, Direktur Rostec bagian kerja sama internasional dan kebijakan regional. Nilai kontrak dan waktu penyampaian tidak disebutkan. Kantor berita RIA Novosti melaporkan bahwa Rusia tertarik dengan karet alam dan kelapa sawit Indonesia dengan imbalan pesawat tempur. Sebelumnya, media Indonesia melaporkan bahwa negara tersebut bermaksud untuk membeli 10 pesawat Su-35 dari Rusia untuk menggantikan armada F-5E Tiger II buatan Amerika. Jet tempur kursi tunga bermesin ganda Su-35 dikembangkan oleh produsen pesawat Sukhoi Rusia antara tahun 2003 dan 2008 sebagai versi pesawat tempur sangat modern dari Su-27. Angkatan Udara Indonesia sebelumnya telah membeli pesawat tempur Su-27 dan Su-30 asal Rusia.


http://nasional.sindonews.com/read/975981/14/satu-skuadron-sukhoi-su-35-jaga-langit-indonesia-1426217727

JAKARTA - Pemerintah Indonesia akhirnya memutuskan membeli satu skuadron pesawat tempur buantan Rusia, Sukhoi Su-35. Pesawat tempur generasi kelima itu akan menggantikan pesawat F-5 yang dinilai sudah tidak layak terbang. Wakil Ketua Komisi I DPR Tantowi Yahya membenarkan pesawat tempur Su-35 sudah masuk dalam rencana pembelian. Jumlah pesawat yang dibeli sebanyak 16 unit pesawat atau satu skuadron berikut persenjataannya. 

IndonesianMilitary.com - JAKARTA - TNI bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) sepakat memilih pesawat tempur generasi kelima Sukhoi (Su-35) buatan Rusia, sebagai pengganti pesawat F-5 yang sudah tidak layak terbang. Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyampaikan, keputusan pembelian pesawat tempur tersebut melalui proses yang panjang. Prosesnyawa diawali pembicaraan antara Pemerintah Indonesia dengan Rusia dan dilanjutkan antara Kemhan kedua negara tersebut. “Itu sudah menjadi pilihan bersama antara TNI dengan Kemhan dan sudah menjadi kesepakatan,” ujar Moeldoko usai mengikuti kegiatan TNI Mendengar dengan tema Ketahanan di Bidang Energi dengan Berbagai Permasalahan dan Solusinya di Aula Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (12/3/2015).

Wednesday, September 9, 2015


Akhirnya Sukhoi SU35

Kabar gembira itu memang harus dibagi karena penantian yang ditunggu dengan harapan yang sesuai dengan kenyataan sungguh menjadi sebuah definisi senyum yang mengagumkan. Di minggu pertama September ceria 2015 Menhan Ryamizard telah mengumumkan bahwa pilihan pada penggantian skuadron tempur F5E akhirnya ada pada jet tempur Sukhoi SU35 yang memang sangat dinantikan.
Semua kalangan tentu merasa gembira dengan keputusan itu. Si user TNI AU tentu bergembira karena jet tempur maut itu sudah digadang-gadang sejak lama. Mereka yang paham dengan mata rantai strategi pertahanan tentu menyambut hangat pilihan cerdas itu.  Soalnya ini menyangkut daya getar dan daya gentar yang mampu menyetarakan diri dengan lingkungan garis pertahanan di sekitarnya. Sukhoi SU35 adalah jet tempur yang sangat menggetarkan.
Asumsinya mudah saja. Jika kita pilih F15 atau F18 Hornet tentu “bacaan tempurnya” sudah ada di benak negara yang pakai alutsista itu.  Katakanlah Australia dan Singapura.  Belum lagi masalah down grade yang pasti akan dikancingkan pada setiap pesawat tempur yang dibeli oleh negara bukan sekutu penjual. Singapura dan Australia jelas sekutu AS, jadi jika kita pilih F15 atau F18 maka jelas tidak akan setara dengan yang dibeli Singapura atau Australia.  Kedua negara ini juga sudah memutuskan membeli jet tempur siluman F35.  Maka keputusan kita beli SU35 adalah dalam rangka “menyambut” kehadiran F35 itu sendiri.
Pilihan terhadap jet tempur Sukhoi SU35 sudah kita prediksi sejak lama.  Setidaknya ada dua tulisan yang bertemakan tentang jet tempur SU35.  Terbaru artikel tanggal 26 maret 2015 juga sudah kita publikasi baik di blog pribadi dan media sosial lainnya.  Intinya adalah hasrat yang kuat untuk mendapatkan pesawat tempur itu perlu didukung Kemhan, ternyata kemudian Kemhan mengamininya.
Dengan mendapatkan 1 skuadron jet tempur kelas berat Sukhoi SU35 tentu kewibawaan teritori udara NKRI semakin bergigi.  Jika ini terpenuhi maka jumlah Sukhoi Family yang dimiliki TNI AU berjumlah 32 unit dari seri SU27, SU30 dan SU35. Tentu kekuatan Sukhoi itu akan disempurnakan dengan adanya tambahan jet tempur F16 yang bisa mencapai 34 unit dalam satu tahun ke depan.
Kunjungan Presiden Jokowi ke AS akhir bulan depan diharapkan akan menghasilkan kesepakatan penjualan alutsista untuk Indonesia. Tentu untuk menyeimbangkan pasokan alutsista timur dan barat.  Sebagaimana yang pernah ditawarkan Presiden Obama setahun lalu, bahwa disamping program pengadaan 24 jet tempur F16 blok 52 yang sedang berjalan, ditawarkan juga tambahan 1 skuadron F16 blok 60 dan 2 kapal perang jenis fregat OHP Class. Alutsista lainnya yang sudah pasti adalah 8 Heli tempur Apache berikut persenjataannya, 4 Heli angkut Chinook.
http://www.analisisalutsista.blogspot.co.id/2015/09/akhirnya-sukhoi-su35.html?m=1 

 Rencana TNI AU mengganti pesawat tempur F-5E/F Tiger II dengan Sukhoi Su-35 buatan Rusia semakin tampak jelas ke permukaan. Saat ini empat instruktur penerbang F-5 berpangkat mayor dari Skadron Udara 14, Madiun mulai mengikuti pendidikan terbang konversi ke pesawat Sukhoi Su-27/30 di Skadron Udara 11, Makassar.
by angkasa.co.id

Specifications (Su-35S)

General characteristics
Performance
  • Maximum speed:
    • At altitude: Mach 2.25 (2,390 km/h, 1,490 mph)
    • At sea level: Mach 1.15 (1,400 km/h, 870 mph)
  • Range:
    • At altitude: 3,600 km (1,940 nmi)
    • At sea level: 1,580 km (850 nmi)
  • Ferry range: 4,500 km (2,430 nmi) with 2 external fuel tanks
  • Service ceiling: 18,000 m (59,100 ft)
  • Rate of climb: >280 m/s (>55,000 ft/min)
  • Wing loading: 408 kg/m² (500.8 kg/m² with full internal fuel) (84.9 lb/ft² 50% fuel)
  • Thrust/weight: 1.13 at 50% fuel (0.92 with full internal fuel)
  • Maximum g-load: +9 g
Armament
  • Guns: 1× 30 mm GSh-301 internal cannon with 150 rounds
  • Hardpoints: 12 hardpoints, consisting of 2 wingtip rails, and 10 wing and fuselage stations with a capacity of 8,000 kg (17,630 lb) of ordnance and provisions to carry combinations of:
Avionics
https://en.wikipedia.org/wiki/Sukhoi_Su-35 



Kamis,26-11-2015 Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna menyatakan pemerintah RI telah sepakat memilih Sukhoi Su-35 buatan Rusia sebagai pesawat tempur pengganti skuadron F-5 Tiger yang telah uzur.


Mokitnya saya belum punya, dari googling beberapa pabrikan sudah banyak yang jualan seperti dibawah ini :
beberapa pabrikan mokit :





 


bbrp mokit rakitan modeller mancanegara :




Tidak ada komentar:

Posting Komentar