Senin, 02 November 2015

C-295 AEW & C









AM-ELTA - C-295 Airborne Early Warning & Control



CASA C-295 AEW

Seberapa Penting Pesawat AEW&C?
Airborne Early Warning and Control (AEW&C) merupakan aset udara bernilai sangat tinggi diangkatan bersenjata modern, karena dengan memiliki pesawat AEW&C sebuah Angkatan Udara akan memiliki keunggulan lebih dibandingkan pasukan musuh di ruang udara tertentu. AEW&C didasarkan pada sistem radar yang dipasangkan kepada pesawat terbang, misi utamanya yaitu untuk mendeteksi target udara yang jauh, terlebih lagi AEW&C dapat mencegah musuh menguasai ruang udara tertentu dengan mengetahui gerak gerik pesawat musuh tersebut.

Pesawat AEW&C memiliki 2 tujuan dasar yaitu :
1) Pesawat tersebut berfungsi sebagai mobile radar platform.
2) Dan mereka juga dapat berfungsi sebagai Command center.

Tidak seperti radar berbasis di darat, AEW&C adalah platform radar bergerak sehingga musuh akan kesulitan menemukan lokasi/posisi AEW&C dengan tepat, pesawat tersebut juga bisa menjadi "Mata" utama dari Angkatan Udara sebuah negara yang sangat efisien dalam sebuah pertempuran. Sebagai contoh, C-295 AEW&C yang dipilih Vietnam memiliki daya tahan terbang hingga 11 jam dalam keadaan full bahan bakar, sudah dipasangkan 3 unit radar yang di letakkan dalam rotodome dan sudah berteknologi radar AESA generasi ke 4 buatan IAI/ELTA Israel, radar AESA gen 4 Israel tersebut sudah terintegrasi dengan sistem Indentification Friend or Foe (IFF).
Lalu pesawat IAI EL/W-2085 (Gulfstream G550) AEW&C milik Singapura buatan Israel juga memiliki radar AESA yang mampu melacak 100 target pesawat musuh secara langsung dalam jangkauan 370 Km, menurut RSAF Singapura pesawat Gulfstream G550 AEW&C mereka jauh lebih murah dalam biaya oprasionalnya dan lebih canggih ketimbang EL/M-2075 berbasis Boeing 707 dan E-2C Hawkeyes.

Partners : Camilo_WW2_history
Jangan lupa follow IG kami di : @mightywarr atau klik link ini : https://www.instagram.com/mightywarr/?hl=id


Pesawat Airborne Early Warning and Control (AEW & C) belum dimiliki Indonesia saat ini, sementara negara sebelah sudah pada punya, kita tinggal sedikit saja memodivikasi dari type C-295 yang sudah biasa dirakit PT DI. Pesawat ini juga sudah diuji cobakan Airbus



Pesawat AEW  ini memiliki fungsi untuk mendeteksi pesawat terbang, kapal perang, dan kendaraan jarak jauh serta melakukan pengendalian dan komando dalam pertempuran udara dengan mengarahkan pesawat tempur kawan menuju sasaran.
Pesawat AEW   memiliki radar dg memiliki daya endus yang mumpuni ini mampu memberikan peringatan dini kepada pesawat tempur kawan jika terdeteksi adanya kehadiran pesawat tempur musuh. Informasi peringatan dini ini bisa diberikan pesawat AEW kepada pesawat kawan saat musuh masih jauh diluar jangkauan radar pesawat tempur biasa. Dengan adanya informasi peringatan dini ini, pesawat tempur kawan bisa melakukan antisipasi dini sebelum berhadapan dengan pesawat tempur lawan.


Tapi ternyata tidak semudah yang saya bayangkan untuk memiliki pesawat seperti ini, banyak kendala soal sistem apa yang bakal dipasang? Sistem itu harus mampu mendeteksi dan berkomunikasi dengan semua pesawat terbang di TNI dan Polri juga semua peralatan radar pendukungnya baik didarat maupun laut. Padahal kita punya banyak jenis pesawat terbang buatan berbagai negara dengan berbagai sistem radar.
Modelkitnya baru ketemu 1 pabrikan yang membuat yaitu

mokit yg telah dibuat non AEWC radarnya perlu dibikin sendiri ..kalo dibikin motif "tampah" di cet merah putih seru kali ya?

mokit scratchbuild :
https://www.facebook.com/media /set/?set=a.731729993526727.1073741840.412836322082764&type=3






Kamis, 15 Oktober 2015

BERIEV Be-200


















Beriev BE-200


Pesawat buatan Russia ini sepertinya spesialis pemadam kebakaran, karena banyak aksinya yang kita lihat adalah memadamkan bencana kebakaran diladang luas maupun hutan. Tahun ini bangsa kita tertimpa lagi kebakaran lahan dan hutan dimusim kemarau ini khususnya daerah Sumatra dan Kalimantan. Polusi asapnya hingga menembus negara tetangga, sehingga akhirnya merekapun membantu pemadamannya. Salah satu negara yang turut membantu ya Russia ini, mereka juga pernah membantu pada musibah kebakaran hutan tahun 2006. Kali ini mereka datang kembali dengan membawa 2 pesawat BE-200 yang kemungkinan juga negara kita akan membeli pesawat sejenis ini. Presiden Jokowi pada saat kunjungan ke Russia pernah melontarkan keinginannya untuk membeli pesawat pemadam kebakaran model seperti ini, dan direspon dengan mengirim bantuan 2 unit pesawat ini. Smoga keinginannya terpenuhi sehingga negara kita bisa dengan cepat memadamkan kebakaran hutan yang hampir setiap musim kemarau selalu terjadi.



Be-200 dapat lepas landas di landasan pacu yang hanya sepanjang 1.800 meter, di perairan tertutup, bahkan di laut dengan kedalaman lebih dari dua meter dan tinggi ombak 1,2 meter (atau gelombang dengan kekuatan berskala 3).
Namun yang paling penting, pesawat Rusia ini tidak perlu mendarat untuk melakukan pengisian air. Saat melakukan gerakan “planing” (gerakan mengapung di atas air), Be-200 dapat mengumpulkan 12-13 ton air dalam waktu 12-14 detik.

Specifications

General characteristics
  • Crew: 2
  • Length: 32.0 m (105 ft 0 in)
  • Wingspan: 32.8 m (107 ft 7 in)
  • Height: 8.9 m (29 ft 2 in)
  • Wing area: 117.4 m² (1,264 ft²)
  • Empty weight: 27,600 kg (60,850 lb)
  • Max Take Off Weight (Land): 41,000 kg (90,390 lb)
  • Max Take Off Weight (Water): 37,900 kg (83,550 lb)
  • Max Capacity (Water or Retardant): 12,000 kg (26,450 lb)
  • Max Capacity (Cargo): 7,500 kg (16,530 lb)
  • Max Capacity (Passengers): 44 (Be-200ES) 72 (Be-210)
  • Powerplant: 2 × Progress D-436TP turbofans, 7,500 kgf (16,534 lbf) each
Performance
  • Maximum speed: 700 km/h (435 mph)
  • Cruise speed: 560 km/h (348 mph)
  • Economy speed: 550 km/h (342 mph)
  • Landing speed: 200 km/h (124 mph)
  • Takeoff speed: 220 km/h (137 mph)
  • Minimum speed (Flaps 38°): 157 km/h (98 mph)
  • Range: 2,100 km (1,305 mi)
  • Ferry range (One Hour Reserve): 3,300 km (2,051 mi)
  • Service ceiling: 8,000 m (26,246 ft)
  • Rate of climb: 13 m/s (2,600 ft/min) (At Sea Level and MTOW—Flaps 20°)
  • Rate of climb: 17 m/s (3,350 ft/min) (At Sea Level and MTOW—Flaps 0°)
Avionics
ARIA 200-M integrated avionics system.
http://transport-central.com/Beriev+Be-200

 JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Agus Supriatna mengungkapkan, pemerintah telah menganggarkan pembelian empat pesawat Beriev Be-200 untuk kebutuhan alat utama sistem persenjataan.Pesawat ini nantinya juga bisa digunakan untuk penyemaian garam hujan buatan di daerah yang terkena bencana asap. "Kami sudah mengajukan itu. Dalam rencana strategis, kami akan membeli pesawat itu sebanyak empat unit. Itu sudah cukup," kata Agus seusai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (30/10/2015

Rosoboronexport (bagian dari perusahaan Rostech) telah memulai konsultasi teknis dengan Indonesia mengenai pasokan pesawat amfibi Be-200, kepala manajemen hubungan luar negeri Viktor Brakunov mengatakan hal tersebut kepada TASS pada pameran Defense & Security 2017. Sebelumnya, Presiden United Aircraft Corporation Yury Slyusar mengatakan bahwa Rusia mungkin akan mulai memasok pesawat amfibi Be-200ChS, yang diproduksi oleh perusahaan pesawat Beriev ke Indonesia. “Konsultasi teknis dengan Angkatan Udara Indonesia mengenai pengadaan Be-200 sedang berlangsung,” kata Brakunov, yang memimpin delegasi perusahaan di pameran tersebut. Pameran Defense & Security 2017 diadakan pada 6-9 November di Bangkok.

Mokit yang ada adalah :
 

mokit rakitan modeller mancanegara :