Baru saja ditemukan photo jadul pesawat ini di websitenya Kaskus yang sepertinya pesawat ini akan diangkut ke Belanda. Ternyata pesawat ini pernah diberi marking merah putih, tapi belum diketahui bagaimana ceritanya apakah pernah diterbangkan oleh personil AURI atau tidak.
Ada cerita di web seperti ini :
Following 1942's Battle of Ambon, Japan captured Ambon Island from the
Allies. The IJN then used this Indonesian island as a base for launching air
raids and intercepting Allied aircraft. Floatplanes like the Nakajima A6M2-N
and Kawanishi N1K1 proved to be important assets. Of the two, however, the
N1K1's wing-mounted 20 mm cannons were a more ideal match for Allied aircraft
Nah jika ingin membuat mokitnya ada beberapa pabrikan yang membuat seperti ;
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - TNI Angkatan Laut menerima dua
unit pesawat latih jenis Baron G58, Sabtu (9/12/2015)
pekan lalu.
Pesawat ini mendarat di Pangkalan Udara TNI-AL Juanda Surabaya, setelah
terbang, menempuh jarak sekitar 10 ribu mil dari Kota Wichita, Kansas, Amerika
Serikat.
"Pesud (pesawat udara) ini dipersiapkan sebagai sarana latih lanjut
bagi para penerbang Angkatan Laut. Pesawat ini merupakan kelanjutan dari pesud
latih dasar yang ada yaitu Bonanza G 36," kata Kadispenal Laksma M
Zainudin kepada Tribunnews.
Pesawat latih Baron G58 bermesin penggerak double engine mampu terbang pada
kecepatan 202 Knots, dengan teknologi glasscockpit, memiliki tingkat keamanan
dan keselamatan yang tinggi, dapat bermanuver sesuai kebutuhan yang diinginkan.
Pesawat ini dilengkapi peralatan navigasi dan komunikasi yang memadai sesuai
kemajuan teknologi terkini.
Dengan kehadiran pesud Baron G58 diharapkan mampu mencetak penerbang TNI AL yang
profesional, sehingga kebutuhan personel penerbang secara kuantitas dan
kualitas dapat terwujud.
Sampai saat ini jajaran penerbangan TNI Angkatan Laut perlu terus
meningkatkan kemampuan, agar mampu menghadapi dan mengantisipasi derasnya arus
dinamika perkembangan lingkungan strategis.
BARON G-58 yang merupakan pesawat latih TNI AL menggantikan pesawat latih lama jenis Nomad N-22/24 yang kini sudah dinonaktifkan. Pesawat latih tersebut dibutuhkan untuk memperlancar proses
kualifikasi penerbang TNI AL yang selanjutnya akan mengawaki pesawat
udara operasional seperti CN 235-200 maupun Casa NC 212-200. Ditambahkan oleh Kasal bahwa pesawat latih BARON G-58 ini mampu menampung 6 orang. "Pesawat ini memiliki kapasitas daya tampung 6 orang dan selanjutnya
akan terus ditingkatkan jumlahnya menjadi 6 unit agar lebih efektif
dalam memperlancar peningkatan kualifikasi para penerbang fixedwing TNI
AL,"papar Ade Supandi.
BARON G-58 juga memiliki tingkat keamanan dan keselamatan penerbangan
yang tinggi, dapat dioperasikan sesuai kebutuhan manuver yang
diprogramkan, dilengkapi dengan kemajuan teknologi pesawat udara terkini
Glasscockpit Technology yang terintegrasi dengan Engine Instrument,
Flight Instrument, Communications, Navigation, Auto Pilot dan Radar
Cuaca, dan memiliki Endurance 5 jam secara terus menerus dengan
kecepatan 180-223 knots (333-413 Km/jam), memiliki performa mesin
penggerak Double Engine masing-masing 300 HP, serta dapat dioperasikan
hingga 20 tahun ke depan atau lebih,"pungkasnya.
http://www.world-in-news.com
Sementara jika mencari modelkitnya... belum ditemukan pabrikan yang membuat. Jadi jika ingin membuat scracthbuild...atau membuat dari bahan model kit sejenis yang paling mendekati adalah :
sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/AgustaWestland_AW101
Jakartagreater.com
Rich@rotorblur dari rotorblur.co.uk dalam akun twitternya @RotorRich78,
mengunggah foto helikopter AgustaWestland 101, yang diperuntukkan bagi
Angkatan Udara Indonesia. Helikopter ini melakukan uji penerbangan di
fasilitas pabrik Leonardo Helicopters di Yeovil, Inggris. “Yes for
Indonesia”, katanya, saat menjawab pertanyaan dari @MinazioBivacco.
Rich@rotorblur memposting dua gambar helikopter AgustaWestland 101
berbendera Indonesia dan roundle TNI AU.Belum diketahui persis apakah helikopter ini untuk versi VVIP atau
helikopter SAR Tempur, atau kombinasi dari keduanya. Namun jika melihat
foto, menurut Tony Osborne dari @Rotorfocus, helikopter yang dibeli
kemungkinan berkonfigursi VVIP.
Adapun menurut sumber Angkasa.co.id helikopter ini akan menjadi SAR
Tempur dengan kelengkapan helikopter yang akan pasang di Indonesia,
sebagai bagian dari transfer ilmu dan kandungan lokal (local content).“FLIR 380HDc, trakka, defence aid system, window gun, 12 stretchers,
trooper seats, pilot armor seat, double life raft kiri dan kanan,
emergency water landing, semua infrastrukturnya sudah disiapkan dan akan
dipasang di Indonesia sebagai bagian transfer teknologi. Untuk senjata
akan digunakan buatan Pindad sebagai kandungan lokal,” ujar sumber Angkasa.co.id menjelaskan
KabarDunia.com –
Beberapa hari belakangan beredar kabar
mengenai pembelian Helikopter mewah model terbaru AgustaWestland AW-101 yang
dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU). Menurut
mereka pembelian heli supermewah tersebut tak lain bertujuan sebagai kendaraan
bagi presiden Joko Widodo serta tamu-tamu khusus VVIP.
Kehadiran helikopter supermewah ini pun dilakukan tak lain untuk
menggantikan armada helikopter SuperPuma yang selama ini biasa dipakai oleh
presiden serta wakil presiden ketika berkunjung ke berbagai daerah. Tak hanya
itu saja, keberadaan suku cadang helikopter AgustaWestland AW-101 ini juga
lebih terjamin jika dibandingkan dengan helikopter SuperPuma.
“Pembelian itu dilakukan karena sparepart untuk SuperPuma terbatas, itu
karena populasinya sangat sedikit,” jelas Marsekal Pertama Dwi Badarmanto,
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Rabu (18/11).
Sementara itu, menurut Marsekal Pertama Umar Sugeng Hariyono, Komandan
Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma ada banyak sekali kelebihan yang
terdapat dalam helikopter AgustaWestland AW-101. Apalagi menurutnya, helikopter
AgustaWestland AW-101 sendiri merupakan helikopter generasi terbaru yang bakal
didatangkan ke Indonesia.
“Helikopter AgustaWestland AW-101 ini jauh Lebih besar bagian kabinnya,
untuk masuk ke dalam bisa berdiri enggak sampai harus nunduk. tidak seperti
kalau naik heli yang biasanya, dan lebih canggih,” Jelas Marsekal Umar.
Jika tidak ada halangan, Helikopter supermewah AgustaWestland AW-101
tersebut bakal tiba di Jakarta pada tanggal 9 April 2016 mendatang, atau lebih
tepatnya saat perayaan hari jadi TNI AU. Dengan hadirnya helikopter supermewah
ini juga bisa menambah jumlah armada helikopter VVIP yang ada di Lanud Halim
Perdanakusuma.
Dan akhirnya ada berita
Kamis, 19-01-2017 TSM-Menteri
Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan pembelian alat utama sistem
pertahanan atau alutsista lebih diprioritaskan produk dalam negeri
sehingga dipastikan pembelian delapan unit helikopter AW 101 batal.
"Pembelian Helikopter AW 101 batal, Presiden tidak mau," kata Ryamizard Ryacudu di Sleman, Yogyakarta, Rabu.
Sebelumnya, TNI AU berencana membeli pesawat helikopter jenis AW 101
guna kepentingan mengangkut pasukan dan SAR, bukan untuk VVIP.
Ia
mengatakan, pembelian pesawat tempur TNI AU dalam rangka revitalisasi
alutsista diserahkan sepenuhnya kebijakan kepada Presiden.
"Revitalisasi alutsita terserah Presiden saja," katanya.
Ketika ditanya tentang jenis pesawat yang akan dibeli, Ryamizard Ryacudu mengatakan bisa membeli pesawat produksi dalam negeri.
"Pesawat buatan kita sendiri juga bisa di PTDI," katanya.
Admin : HR/http://www.antaranews.com/
Beberapa pabrikan mokit yg tersedia adalah :
https://www.scalemates.com/search.php?fkSECTION%5B%5D=Kits&q=Aerospatiale+SA+330+Puma+SA.*