Kamis, 08 Oktober 2026

SUKHOI Su-57 Velon

 

Indonesia disebut tertarik untuk mengakuisisi jet tempur generasi kelima Su-57 dari Rusia

AIRSPACE REVIEW – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ingin memperkuat kerja sama militer dengan Rusia, termasuk pembelian pesawat tempur generasi kelima Su-57 Rusia. Hal ini diungkapkan oleh Nikita Kuklin, Profesor Madya Departemen Studi Oriental di Pusat ASEAN di MGIMO Kementerian Luar Negeri Rusia.

Kuklin menyebut bahwa pragmatisme Indonesia didasarkan pada doktrin tradisional kebijakan luar negeri yang aktif dan independen serta visi yang khas tentang gambaran luas dunia multipolar

Teknologi canggih Rusia, seperti pesawat tempur Su-57, penting untuk program modernisasi angkatan bersenjata, yang terus ditingkatkan Prabowo Subianto sejak masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI.

Sebelumnya media Rusia melaporkan, Pabrik Penerbangan Komsomolsk-on-Amur yang dinamai menurut nama Yu.A. Gagarin (KnAAZ, bagian dari United Aircraft Corporation of Rostec) telah menerima pesanan produksi hingga tahun 2030.

Lepas dari apa yang dikatakan oleh Profesor Kuklin, sejauh ini belum ada laporan mengenai pembicaraan khusus antara Indonesia dan Rusia terkait rencana untuk mengakuisisi jet tempur Su-57 oleh Jakarta.

Faktor terbesar yang membuat Indonesia berhati-hati dengan pembelian alutsista dari Rusia adalah ancaman sanksi Amerika Serikat melalui undang-undang CAATSA

Hal inil pula yang sebelumnya membuat kontrak pengadaan Su-35 yang telah ditandatangani Indonesia pada tahun 2018 menjadi menggantung (pending) selama bertahun-tahun.

Bahkan, negara sebesar India pun tampaknya berhati-hati dengan rencana pengadaan Su-57 dari Rusia, terlepas dari kemungkinan pembicaraan kedua negara dilakukan secara tertutup. (RNS)


m




Mokit ;
















Rabu, 07 Oktober 2026

Ilyushin Il-78MK-90A


Indonesia Ajukan Rencana Akuisisi Pesawat Tanker Ilyushin Il-78MK-90A Dari Rusia
Indonesia disebut tengah menjajaki pengadaan pesawat tanker Ilyushin Il-78MK-90A buatan Rusia untuk memperkuat kemampuan dukungan udara TNI AU. Platform ini dirancang untuk melakukan pengisian bahan bakar di udara sekaligus mengangkut personel maupun logistik dalam jumlah besar. Apabila proses pengadaan berlanjut hingga tahap kontrak, kehadiran Il-78MK-90A berpotensi meningkatkan jangkauan operasi pesawat tempur serta fleksibilitas misi strategis. Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi dari pemerintah Indonesia mengenai realisasi pembelian tersebut.








MODEL KIT











Senin, 11 Mei 2026

PILATUS PC-24

 

TNI AU Beli 12 Pesawat Jet Pilatus PC-24


AVIATREN.com – TNI Angkatan Udara (AU) memperkuat armadanya dengan memesan 12 unit pesawat jet multiguna Pilatus PC-24 dari pabrikan asal Swiss, Pilatus Aircraft. Selain itu, Indonesia juga menandatangani Letter of Intent (LoI) untuk pengadaan 24 unit pesawat latih turboprop Pilatus PC-21 sebagai bagian dari penguatan sistem pelatihan pilot.

Kontrak pembelian PC-24 dilakukan melalui PT E-System Solutions Indonesia yang merupakan kontraktor pertahanan resmi Kementerian Pertahanan. Perusahaan ini juga akan bertanggung jawab dalam pengadaan serta dukungan operasional pesawat, dikutip AVIATREN dari situs resmi Pilatus.

PC-24 sendiri dirancang sebagai jet multiguna yang dapat digunakan untuk berbagai misi, mulai dari pelatihan pilot transport, angkut logistik, hingga tugas penghubung.

Dikenal sebagai “Super Versatile Jet”, PC-24 memiliki keunggulan utama pada fleksibilitas operasionalnya. Pesawat ini mampu beroperasi di landasan pendek, termasuk yang belum beraspal, sehingga sangat relevan untuk kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau dan keterbatasan infrastruktur bandara di sejumlah wilayah terpencil.

Di sisi lain, rencana pengadaan PC-21 akan memperkuat kemampuan pelatihan pilot TNI AU. Paket yang ditawarkan mencakup sistem pelatihan berbasis darat, suku cadang, peralatan pendukung di darat, serta dukungan teknis. PC-21 dirancang untuk menggantikan sebagian fase pelatihan menggunakan jet tempur, sehingga mampu menekan biaya sekaligus meningkatkan efisiensi pelatihan.

Jika kesepakatan tersebut terealisasi, Indonesia akan menjadi negara ketiga di kawasan Asia-Pasifik yang mengoperasikan PC-21 setelah Australia dan Singapura. Langkah ini sekaligus menegaskan arah modernisasi TNI AU, khususnya dalam meningkatkan fleksibilitas operasi serta kualitas pelatihan personel.

Bagi Pilatus, kontrak ini juga memperkuat posisinya di pasar Asia Tenggara. CEO Pilatus, Markus Bucher, menyebut kerja sama ini sebagai awal hubungan jangka panjang dengan Indonesia, dengan fokus utama memastikan armada dapat dioperasikan secara optimal.

MODEL KIT



Minggu, 10 Mei 2026

JF - 17 Thunder

 Pakistan meraih sukses besar dalam ekspor jet tempur JF-17 Thunder, dengan potensi penjualan senilai miliaran dolar AS pasca-pameran IDEAS 2024, didorong oleh popularitas varian Block 3 yang terjangkau. Azerbaijan telah membeli 40 unit, sementara Indonesia dan Arab Saudi dikabarkan dalam tahap diskusi untuk pembelian, menjadikan pesawat ini "penghasil uang" baru bagi Pakistan. [1, 2, 3, 4]

Berikut adalah poin-poin penting pembelian/ekspor JF-17 Pakistan:
  • Pembeli & Minat Utama:
    • Azerbaijan: Sepakat membeli 40 unit JF-17 Block 3 senilai US$4,6 miliar.
    • Indonesia: Sedang dalam tahap diskusi lanjut untuk mengakuisisi 40 unit JF-17.
    • Arab Saudi: Tertarik membeli JF-17 melalui konversi pinjaman senilai US$2 miliar.
    • Nigeria & Myanmar: Sudah membeli dan mengoperasikan JF-17.
    • Libya & Sudan: Disebut sebagai calon klien potensial lainnya.
  • Keunggulan & Spesifikasi: JF-17, khususnya varian Block 3, menawarkan teknologi modern (avionik canggih) dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan jet tempur Barat. Pesawat ini hasil kerja sama Pakistan dan Cina.
  • Kredibilitas: Dipuji karena teruji dalam pertempuran, terutama setelah insiden konflik India-Pakistan pada Mei 2025.
  • Dampak Ekonomi: Penjualan ini membantu mengurangi ketergantungan Pakistan pada bantuan Dana Moneter Internasional (IMF). [1, 2, 3, 4, 5, 6, 7]
Meskipun diproduksi bersama, ekspor JF-17 memerlukan izin dari pihak Cina karena komponen kuncinya berasal dari sana
                                                              








Model Kit (plastic scale model)














M-346

 Indonesia melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi menandatangani Letter of Intent (LOI) dengan perusahaan Italia, Leonardo, pada awal Februari 2026 untuk pengadaan pesawat tempur latih lanjut M-346F Block 20. Pesawat ini disiapkan untuk mendukung pelatihan pilot tempur modern dan menggantikan armada BAE Hawk 109/209 yang menua. [1, 2, 3]

Berikut adalah poin kunci rencana pembelian M-346F untuk TNI Angkatan Udara:
  • Tujuan dan Fungsi: M-346F Block 20, yang dikenal sebagai Master, berfungsi sebagai Lead-in Fighter Trainer (LIFT) sekaligus jet tempur ringan (light combat) yang mampu melakukan misi udara-ke-udara dan udara-ke-darat.
  • Keunggulan Teknologi: Varian Block 20 dilengkapi dengan kokpit digital (large area display), radar Active Electronically Scanned Array (AESA), serta kemampuan untuk berintegrasi dengan sistem pelatihan darat (Live Virtual and Constructive/LVC).
  • Kemitraan Industri: Pengadaan ini melibatkan PT System Solution Indonesia sebagai mitra lokal, dengan fokus pada penyediaan pesawat serta dukungan perawatan, perbaikan, dan pelatihan di dalam negeri.
  • Tahap Pengadaan: Penandatanganan LOI adalah komitmen awal yang menyusul keputusan Juli 2025, dan akan dilanjutkan ke tahap negosiasi kontrak resmi, kajian teknis, dan transfer teknologi. [1, 2, 3]
Pesawat ini diharapkan meningkatkan kapabilitas operasional TNI AU secara signifikan dengan biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan pesawat tempur garis depan
                                                                     

                                                            



                                                                  

                                                                      

Model Kit M-346

                                                                      

                                                                              


1/72 - Aermacchi M-346 Master by Italeri - box art - release in 2026

Rabu, 03 September 2025

KAAN

 




Erdogan Umumkan Penjualan 48 Jet Tempur KAAN ke Indonesia,            
 Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan

penjualan 48 unit jet tempur generasi kelima, KAAN ke Indonesia, Rabu (11/6/2025). Erdogan menyatakan jet tempur KAAN yang akan dikirim ke Indonesia diproduksi di Turki dan turut melibatkan "kapabilitas Indonesia."

Pesawat tempur KAAN merupakan jet tempur kebanggan Turki yang

 diproduksi Turkish Aerospace Industries (TAI). Jet tempur ini pertama 

kali diuji coba pada 2024 lalu dan menjalani penerbangan perdana dengan kecepatan 230 knot dan ketinggian 8.000 kaki.

Dalam unggahannya di media sosial X, Rabu (11/6), Erdogan berterima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas kerja sama pertahanan yang terjalin. Erdogan juga menyebut Indonesia sebagai "sahabat dan saudara" bagi Turki.

"Saya harap kesepakatan yang menunjukkan perkembangan dan pencapaian industri pertahanan nasional dan domestik kita ini akan bermanfaat bagi Turki dan Indonesia," kata Erdogan.

"Saya juga ingin menyampaikan salam dan terima kasih kepada rekan saya, Presiden Indonesia Prabowo Subianto yang berperan besar dalam penandatanganan perjanjian ini dengan keinginannya yang kuat."

Media-media Turki melaporkan kesepakatan pembelian jet KAAN ini ditandatangani saat pameran Indo-Defence 2025 di Jakarta.

Kantor berita Anadolu melaporkan, kontrak 48 unit jet tempur yang dipesan Indonesia akan berlaku selama 10 tahun. Nilai kontrak dilaporkan mencapai sekitar 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp162 triliun.

Kontrak pembelian pesawat tempur ini pun disebut mencakup transfer teknologi ke Indonesia dalam industri penerbangan. Perjanjian ini juga disebut bertujuan mempromosikan pertukaran pengetahuan dan pengembangan melalui kerja sama strategis Turki dan Indonesia.

MOKIT 

sampai dengan konten ini diposting belum ditemukan pabrikan mokit yang membuat

mungkin bisa dibuat dari bahan mokit pesawat sejenis yang mirip F-22 atau FX-21


https://www.youtube.com/watch?v=2dE34SDaT9I